Minggu 26 Mei 2019, 08:30 WIB

Kembali Buka, Tanah Abang Diserbu, Parkir Liar Merajalela

Putri Anisa | Megapolitan
Kembali Buka, Tanah Abang Diserbu, Parkir Liar Merajalela

MI/Putri Anisa
Parkir motor liar di bahu jalan hingga lima baris ke tengah jalan membuat kemacetan di kawasan pusat grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat.

 

SETELAH sempat tutup selama dua hari akibat aksi demo 22 Mei lalu, Pasar Tanah Abang kembali menggeliat, kemarin. Seluruh blok di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu telah buka dan pedagang telah aktif berdagang.

“Hari ini, kami akan beroperasi satu hari penuh,” kata General Affair (GA) Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Arif Budi.

Menurut dia, pedagang sudah normal beraktivitas seperti biasa, tidak ada kekhawatiran lagi dan siap untuk melayani pembeli sampai pukul 16.00 WIB. “Aktivitas hari ini cukup padat,” kata Arif.   

Salah satu pedagang busana muslim di Blok B Tanah Abang, Risya, mengatakan ia sudah mulai berdagang pada Jumat (24/5), tetapi hanya setengah hari. Kemarin ia dan pedagang lainnya di Blok B telah mulai beroperasi sejak pukul 07.00 WIB hingga sore pukul 16.00.

“Ya, sudah normal semua. Alhamdulillah jalan-jalan sudah dibuka juga. Demo sudah selesai,” ujar Risya saat ditemui Media Indonesia.

Risya berharap tidak ada lagi aksi rusuh seperti Rabu (22/5) lalu. Akibat demo yang berujung rusuh itu, ia terpaksa tutup total selama dua hari hingga Kamis (23/5). Ia menaksir kerugian akibat penutupan total Tanah Abang selama dua hari itu mencapai Rp80 juta.

“Wah, ruginya banyak. Satu hari saja transaksi bisa Rp40 juta, baik yang tunai maupun nontunai di sini. Apalagi, ini puncaknya orang belanja untuk persiapan Lebaran. Kalau hari biasa, paling hanya Rp20 juta,” terangnya.

Sebetulnya saat Tanah Abang tutup total selama dua hari, Risya bisa tertolong karena pihaknya masih bisa menjual lewat media sosial. Namun, lagi-lagi penjualan lewat media sosial juga lesu karena pemerintah menutup akses media sosial selama tiga hari kemarin.

“Awalnya kami enggak apa-apa sih ada demo ditutup. Masih ada penjualan online. Eh, ternyata online lumpuh juga. Ya, sudah ruginya dobel, deh,” ujarnya.

Seiring menggeliatnya Pasar Tanah Abang, aktivitas parkir liar juga kembali menjamur. Parkir liar merajalela, terutama di Jalan KH Mas Mansyur dari arah Karet menuju Pasar Tanah Abang Blok B.

Parkir motor tidak resmi ini berbaris dari Masjid Jami Al Ma’mur hingga ke tikungan di sisi Gedung Blok B. Motor-motor pembeli dan pedagang Pasar Tanah Abang ini diparkir hingga lima baris dan memakan hingga dua lajur Jalan KH Mas Mansyur.

Rini, 45, salah satu pembeli baju di Pasar Tanah Abang asal Jakarta Barat, merasa terganggu dengan adanya parkir liar itu. Selain membuat semrawut, jalanan juga menjadi macet.

Dibutuhkan waktu tempuh hingga 30 menit menuju Blok B dari Stasiun Karet dengan menggunakan mikrolet akibat kemacetan itu. Padahal, jarak kedua tempat kurang dari 2 km.

“Saya kira habis demo terus ditutup kemarin orang takut bawa kendaraan. Jadi, lalu lintas bisa lancar. Tapi ternyata sama saja. Macetnya kebangetan,” ujar Rini. (Put/Ant/J-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Ledakan di Menteng, Polisi Temukan Pecahan Plastik

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 05 Juli 2020, 22:16 WIB
"Yang kita lihat ada pecahan plastik, pipa ada juga," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto kepada...
Ilustrasi

Polisi Periksa CCTV di TKP Ledakan Menteng

👤Kautsar Bobi 🕔Minggu 05 Juli 2020, 21:36 WIB
Polisi tengah mencari tahu kronologi ledakan yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Sejumlah kamera pengawas (CCTV)...
Dok. Pribadi

Relawan Anies-Sandi Minta Izin Reklamasi Ancol Dicabut

👤Putra Ananda 🕔Minggu 05 Juli 2020, 21:19 WIB
Koordinator Jawara Sanny A. Irsan menilai bahwa Anies telah mengkhianati kepercayaan para pendukungnya terkait janji kampanye reklamasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya