Musik nan Mendamaikan

Penulis: Fathurrozak Pada: Minggu, 26 Mei 2019, 06:20 WIB Weekend
Musik nan Mendamaikan

MI/FATHURROZAK
Diskusi Musik sebagai Peranti Perdamaian di Toko Musik Bagus, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (20/5).

MUSIK dalam kehidupan modern menjadi bagian dari industri. Mengundang massa untuk datang ke konser, atau sekadar didengarkan secara personal lewat pemutar piringan hitam hingga layanan streaming. Namun, pada dimensi lain, musik juga menjadi bagian dari instrumen ritual keagamaan yang begitu vital perannya.

Etnomusikolog Franki Raden menyebutkan, suara yang merupakan bagian dari musik ialah elemen substantif dalam agama. Pujian, mantra, dan doa memiliki unsur musikalitas yang menandakan pentingnya unsur suara dalam praktik religius.

"Misalnya saja, pendeta membacakan monodi sendiri pada abad kedelapan, seperti menyanyi. Di Islam ada unsur pembacaan Alquran yang complicated, kaya akan unsur melodik dengan teknik. Agama Hindu ada dalam pembacaan doa, bahkan dalam kitab Weda terciptanya dunia semesta dalam suatu suara namanya Ohm. Dalam Buddhism ada chanting," ungkap Franki dalam diskusi Musik sebagai Peranti Perdamaian di Toko Musik Bagus, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (20/5).

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Amerika yang juga menjadi pembicara dalam diskusi siang itu, Akhmad Sahal, menuturkan bagaimana praktik keagamaan di Islam memiliki keeratan substansial dengan unsur musik.

Islam yang masuk dibawa para pedagang dan para pendakwah seperti Wali Songo di Jawa, memperlakukan agama yang mereka sebarkan layaknya tamu yang datang ke sebuah rumah sehingga para pensyiar agama tersebut berdamai dengan budaya lokal yang terlebih dahulu berlaku. "Membuat wali saat berdakwah tidak memusuhi budaya, budaya bukan yang harus dimusnahkan dan dimusuhi. Namun, diadopsi untuk sampaikan dakwah mereka."

Tidak mengherankan jika beberapa wali juga memanfaatkan gamelan sebagai medium syiar agama Islam di Jawa. Menurut Sahal, para pendakwah pada saat itu lebih menekankan pada mutual understanding.

"Keislaman dengan keberagaman yang rileks bisa tampil dalam pertunjukan musik atau kesenian tradisi, menekankan kreativitas, pelaku kesenian sebagai kreator sekaligus di saat yang sama meneguhkan keagamaan. Poin itu yang juga erat dengan sufisme, tasawuf dalam Islam. Mengutamakan spiritualitas ketimbang formalitas. Mereka mengenal Tuhan yang Mahaindah sehingga begitu mengapresiasi kesenian karena ingin menampilkan sisi Tuhan yang indah," tambah Sahal.

 Membuka sekat
Konteks musik sebagai piranti perdamaian juga dapat dimaknai ketika musik menjadi medium yang mampu menyatukan perbedaan. Franki bercerita ketika ia tengah melakukan penelitian di Kalimantan dan berada di tengah suku Dayak berbeda subetnik. Keduanya yang memiliki leluhur sama, mampu menerima satu sama lain melalui bahasa yang disampaikan musik.

Bagi Sahal, melalui musik tradisi yang ada di Indonesia, para musikus bisa belajar, untuk membuka sekat-sekat dan meruntuhkan cara berpikir yang terkotak-kotak antargenre sebab musik dalam khazanah tradisi ialah menjadi bagian ritual keseharian yang begitu rileks.

Musik yang menjembatani perbedaan pada era modern sebenarnya juga telah lama terjadi. Sebut saja grup band Gigi, yang tiap momen Ramadan dan Idul Fitri kerap mengeluarkan proyek album religi, punya gitaris yang beragama Hindu, Dewa Budjana. Proyek lintas iman yang Budjana lakukan bukan hanya bersama band-nya saja, ia juga terlibat dalam rekaman lagu Natal bersama Barry Likumahuwa, Sidney Mohede, dan Dira Sugandi.

Contoh lain dari industri modern dalam upaya membuka sekat sebagai upaya menjembatani perbedaan juga tecermin dalam beberapa festival musik, seperti Java Jazz Festival. Meski festival yang telah berjalan selama 15 tahun ini memiliki porsi jazz yang dominan, penyelenggara tetap memberikan napas bagi warna musik lain, seperti rock, pop, dan RnB.

Atau Synchronize Festival, yang lebih ingin disebut sebagai movement ketimbang suatu festival musik, hampir menyertakan semua genre musik. Dari grup band rock atau pop, hingga dangdut dan kasidah.

Bahkan kini hampir kebanyakan festival musik selalu mengusung musik lintas genre sebagai template. Beberapa fenomena tersebut menjadi pendekatan untuk meruntuhkan sekat perbedaan lewat musik. Menjalin perdamaian dari potensi konflik yang bermunculan. Seperti tajuk Java Jazz kemarin, music unite us all. (M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More