Minggu 26 Mei 2019, 06:00 WIB

Merajut Rasa Persaudaraan

(Ant/H-1) | Ramadan
Merajut Rasa Persaudaraan

ANTARA FOTO/Asep
Ratusan santri bersama ulama berdoa

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya ukhuwah islamiah (persaudaraan antarsesama muslim) dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan antarsesama warga negara).   

"Marilah kita sebarkan semangat bersaudara, menjaga ukhuwah islamiah dan wathaniyah," kata Ketua MUI Banyumas KH Chariri Sofa di Purwokerto, Jumat (24/5). Semangat ukhuwah islamiah dan ukhuwah wathaniyah, lanjutnya, akan mendatangkan suasana damai dan kondusif.    

Chariri juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk terus menjaga rasa persatuan dan kesatuan serta merajut rasa persaudaraan.

"Terutama karena saat ini ialah bulan suci Ramadan, maka perlu menjaga kesucian bulan Ramadan. Jangan sampai tercederai dengan hal-hal yang kurang baik," ujarnya.

Ia mengajak semua pihak untuk mengambil nilai-nilai positif dari bulan Ramadan, yakni harus menahan diri, termasuk menahan diri dari perbuatan yang mengarah kepada perpecahan.

Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto Muridan sebelumnya juga mengingatkan bahwa dalam Alquran disebutkan mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.

Alquran surah Ali Imran 103 berbunyi, "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai."

"Bila dikaitkan dengan bulan Ramadan, logikanya bisa disusun seperti ini; puasa di bulan Ramadan diwajibkan secara kolektif. Kolektivitas mengharuskan persatuan. Maka, dalam ibadah puasa spirit persatuan harus senantiasa dijaga," kata Muridan.

Kotori Ramadan
Kerusuhan yang terjadi saat aksi massa menggugat hasil Pilpres 2019, menurut Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi, menodai kesucian bulan Ramadan. Kerusuhan yang terjadi bukan dilakukan oleh para pengunjuk rasa dan peserta demonstrasi, tetapi oleh sekelompok orang yang berniat jahat dan menginginkan Indonesia terkoyak serta tercerai-berai.

"Aksi kerusuhan yang dilakukan pada bulan Ramadan sangat disesalkan karena telah menodai kesucian bulan yang sangat dimuliakan oleh umat Islam dan hukumnya haram," katanya di Jakarta, Kamis (23/5).

Oleh karena itu, ia mengapresiasi kepada aparat keamanan yang bertindak cepat menangkap para pelaku kerusuhan sekaligus meminta menindak tegas dan mengusut tuntas aktor intelektual, otak, dan dalang peristiwa yang menodai bulan suci itu.

Menurutnya, hal itu juga harus dilakukan agar tidak menimbulkan fitnah, saling tuduh, dan curiga di antara masyarakat.

Masyarakat, lanjutnya, juga harus mengedepankan sikap santun, damai, dan akhlakul karimah dalam menyampaikan tuntutan atas aspirasinya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil mengimbau masyarakat untuk tidak mengotori bulan suci Ramadan dengan tindakan merusak. "Kalau benar-benar kita umat Islam, umat yang mengidolakan Nabi Muhammad, umat yang menjunjung tinggi perdamaian, mengajak keharmonisan satu sama lain, hormatilah kesucian, kemuliaan bulan suci Ramadan, syahrul Quran," kata Said Aqil saat ditemui di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis.    

Ia meminta masyarakat untuk menerima hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan lapang dada, dengan besar hati, dengan kepala dingin. "Ini sifat negarawan yang harus kita tunjukkan; kepentingan utama negara, keutuhan negara. Jangan kepentingan kelompok, jangan apa-apa sesaat, tapi keberlangsungan keutuhan negara," ujarnya.

Ia mengatakan Indonesia harus belajar dari perpecahan yang terjadi di negara-negara mayoritas berpenduduk Islam seperti Afghanistan, Yaman, dan Suriah. Di Afghanistan 40 perang saudara. Padahal, 100% beragama Islam. Di Irak sudah 1,5 juta orang meninggal, dan di Yaman, Libia, Suria, juga demikian.

Oleh sebab itu, lanjutnya, masyarakat Indonesia harus menunjukkan kepada dunia bahwa kita umat Islam Indonesia paham berdemokrasi dan bernegara. Maka semua kepentingan kelompok harus dilebur menjadi kepentingan bersama. (Ant/H-1)

 

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Minggu, 15 Sep 2019 / 10 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:25 WIB
Subuh : 04:35 WIB
Terbit : 05:51 WIB
Dhuha : 06:19 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 18:59 WIB

PERNIK

Read More