Minggu 26 Mei 2019, 04:20 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Pemudik

Rudy Polycarpus | Nusantara
Pemerintah Waspadai Lonjakan Pemudik

ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Sejumlah pengendara memadati ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat

 

KENAIKAN jumlah pemudik sebesar 5% pada Lebaran tahun ini perlu mendapat perhatian secara saksama.

Karena itu, pemerintah akan melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik itu.

Menurut Kepala Staf Kepresi­denan Moeldoko, upaya awal yang dilakukan pemerintah ialah memetakan sejumlah titik krusial, seperti di Tol Jakarta-Cikampek.

“Beberapa titik krusial harus diwaspadai. Tol Cikampek harus di-manage dari sekarang untuk menekan kema­cetan yang sangat luar biasa,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (26/5).

Sistem buka-tutup akan diberlakukan di Tol Cikampek untuk mencegah antrean kendaraan. “Nanti ada jadwalnya sehingga semua aware. Seperti di Puncak, masyarakat tahu jam buka dan jam tutup.”

Pemerintah juga mewaspadai kemacetan di pintu keluar Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Baterpang). Pintu keluar itu akan menjadi salah satu titik yang difokuskan oleh pemerintah.

Para pedagang UKM akan diberi tempat untuk menjajakan dagangan mereka di area istirahat sepanjang tol. “Yang ada di luar, kita masukan. Kita tidak memprioritaskan gerai-gerai besar ternama. Kita optimalkan yang lokal,” ujar Moeldoko.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memastikan sinyal telepon seluler selama mudik Lebaran akan dimaksimalkan. Saat ini beberapa menara base transceiver station (BTS) sudah dipasang di sepanjang jalur tol. “Jadi, dari Jakarta ke Surabaya sepanjang jalan 4G enggak putus, tinggal tambah kapasitas. Sumatra juga. Semua otomatis.”

Rekayasa lalu lintas
Dinas Perhubungan Sleman, DI Yogyakarta, memperkirakan jumlah kendaraan pemudik yang masuk wilayah ini akan mencapai 3,95 juta.

Kepala Bidang Transportasi Dishub Sleman, Maryanto, menjelaskan peningkatan jumlah kendaraan itu selain karena faktor kepemilikan yang semakin luas, juga infrastruktur jalan mulus.

Maryanto merinci kendaraan roda empat diperkirakan meningkat 5% tahun ini jika dibanding dengan tahun lalu sebanyak 1,5 juta. Sepeda motor pemudik masuk Sleman yang pada 2018 mencapai 2,34 juta, meningkat menjadi 2,37 sepeda motor tahun ini.

Untuk melayani pemudik yang menggunakan kendaraan umum, Organda Sleman menyiapkan 210 angkutan umum. Ketua DPC Organda Sleman, Juriyanto Hadiwiyanto, mengungkapkan angkutan penumpang itu meliputi 150 unit untuk antarkota dalam provinsi) dan 60 unit angkutan perdesaan.

Otoritas jasa Tol Solo-Ngawi terus berbenah untuk mengan­tisipasi arus mudik Lebaran tahun ini. Pada saat arus puncak, diperkirakan sekitar 41 ribu kendaraan pribadi akan melalui ruas Solo-Ngawi atau naik 300% dari volume hari biasa yang mencapai 11 ribu kendaraan per hari.

“Ya, untuk mengantisipasi ledakan, gerbang Colomadu yang semula 6 gardu ditambah 9 gardu satelit atau menjadi 13 lajur,” ungkap Direktur Utama PT Jasa Marga Solo-Ngawi, Ari Wibowo, Sabtu (25/5)

Di sisi lain, jajaran Polres Garut sudah mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi saat arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Kami merancang rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan seperti di Cikaledong atau perbatasan Bandung ke Gentong, Tasikmalaya. Kami lihat persentase kendaraan,” kata Kapolres Garut AKB Budi Satria Wiguna, Jumat (24/5) malam. (medcom.id/AU/WJ/AD/X-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More