Minggu 26 Mei 2019, 01:20 WIB

Lebih Erat dengan Dongeng

TOSIANI | Weekend
Lebih Erat dengan Dongeng

MI/TOSIANI
Anak-anak mendengarkan dongen di Perpusnas.

SOBAT Medi, adakah yang masih suka membaca dongeng sebelum tidur? Ternyata membaca cerita dongeng itu ada banyak manfaatnya lo. Apalagi, kalau membacanya dengan orangtua kita. Ternyata mendongeng dengan orangtua, hubungan kita akan semakin dekat lo. Kisah kedekatan ibu dan anaknya ternyata menjadi kisah dari dongeng Pohon Impian yang baru saja diluncurkan.

Menurut Marketing Manager Skincare PT Beiersdorf Indonesia, Diana Riaya Kusumaningrum, buku cerita bergambar itu merupakan kisah imajinasi ibu dan anak yang memiliki pohon impian. Daun dari pohon itu bisa menjadi bahan jamu. Secara perlahan, pohon itu tumbuh dan  endapatkan perhatian dari ibu.

Sang anak pun merasa iri karena ibunya lebih banyak meluangkan waktu dengan sang pohon bila dibandingkan dengan dirinya. Suatu ketika pohon itu dicuri. Peristiwa itu mendorong ibu dan anak itu bersatu dan berupaya mendapatkan pohon itu kembali. Wah, seru kan sobat. Kedekatan ibu dan anak ternyata menurut psikolog anak Vera Itabiliana Hadiwidjojo, sangat penting.

Salah satu mediumnya dengan membaca dongeng, tapi tidak semua ibu pintar membaca dongeng. “Yang mau kita dorong adalah membacakan dongeng, bisa saat menjelang tidur, sembari menyentuh dan membelai anak,” kata Vera dalam acara Mendongeng untuk Indonesia di Perpustakaan Nasional, Kamis (2/5).

Sentuhan itu, kata Vera, memicu hormon oksitoksin yang membuat anak nyaman, rileks, tenang, dan mudah belajar, termasuk membentuk perilaku dan sikap anak. Lebih lanjut, kurangnya waktu dengan anak akan membuat anak tumbuh gelisah, tidak tenang, dan tidak mudah percaya orang.

“Para orangtua zaman dulu yakin jika anak na ngis harus dibiarkan agar jantungnya kuat. Sebenarnya menangis adalah cara anak berkomunikasi. Jadi mesti direspons, meski tidak selalu langsung digendong, anak merasa dunia memperhatikannya sehingga tumbuh jadi anak yang percaya diri karena merasa lingkungannya menyayanginya,” ujar Vera. (M-3)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Bidasan Bahasa Normal Baru

👤Suprianto Annaf Redaktur Bahasa Media Indonesia 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:55 WIB
Masyarakat kenormalan baru berperilaku hidup lebih sehat. Bukan individualistis, koruptif, sekuler, dan...
ANTARA/FAUZAN

Mengartikan Kenormalan Baru

👤Sumaryanto Bronto 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:20 WIB
SEJAK awal sejarahnya, manusia menjadi makhluk yang melintas zaman karena akal yang mendukung kemampuan...
Frazer Harrison/Getty Images/AFP

Kylie Jenner Palsukan Status Miliarder

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 31 Mei 2020, 05:00 WIB
Sebagai artis memang harus eksis tidak hanya di prestasi, tetapi juga pergaulan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya