Sabtu 25 Mei 2019, 16:46 WIB

Eks Hakim MK: Pernyataan BW Memanasi Akar Rumput

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Eks Hakim MK: Pernyataan BW Memanasi Akar Rumput

MI/Arya M
Mantan hakim MK Maruarar Siahaan

 

MANTAN Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Maruarar Siahaan protes kepada Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW) yang berharap MK tidak menjadi bagian dari pemerintah korup.

Dia menuturkan, apabila pernyataan BW sekadar mengingatkan agar MK menjaga independensi, integritas, dan martabat, tidak masalah.

"Ini berbahaya sekali. Dia (BW) mau membangun opini apabila MK menolak gugatan kubu 02, lembaga ini korup dan bagian dari pemilu curang," kata Maruarar dalam keterangan resminya, Jakarta Jakarta, Sabtu (25/5).

Rektor UKI tersebut mengatakan framing opini sejenis juga terus-menerus digaungkan kubu 02 sejak sebelum pencoblosan 17 April, yakni 'hanya kecurangan yang bisa mengalahkan Prabowo-Sandi'.

“Berbahaya sekali ini. Saya protes itu. Janganlah dibangun opini demikian," jelas Maruarar.

Dia meminta BW tidak lagi membuat pernyataan yang justru bisa membuat akar rumput tidak kondusif hanya karena saat ini berkepentingan sebagai bagian dari kubu 02.

"Pernyataan BW itu justru memanas-manasi akar rumput. Situasi begini berbahaya sekali," tegasnya.

Oleh karena itu, Maruarar meminta BW dan semua pihak untuk menghormati MK. Terlepas dari kasus hukum yang pernah menjerat beberapa hakimnya, Maruarar meyakini MK saat ini sama sekali tidak bisa diintervensi, termasuk oleh pemerintah.

"Jangan mengecilkan MK. Lembaga ini memiliki independensi dan integritas yang tinggi," tegas Maruarar.

Baca juga: MK Tunggu Perbaikan Gugatan Pemilu Legislatif hingga Senin

Sebelumnya, BW berharap gugatan kubu 02 diproses MK kendati hanya membawa 51 bukti. BW menuding pemerintah sebagai rezim yang korup dan berharap MK tidak menjadi bagian rezim tersebut.

"Mudah-mudahan MK bisa menempatkan dirinya menjadi bagian penting, di mana kejujuran dan keadilan harus menjadi watak dari kekuasaan, dan bukan justru menjadi bagian dari satu sikap rezim yang korup," kata BW di gedung MK, Jakarta pada Jumat (24/5). (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More