Empat Poin Mantapkan Hubungan Tiongkok-Indonesia

Penulis: Denny Parsaulian Sinaga Pada: Sabtu, 25 Mei 2019, 10:32 WIB Internasional
Empat Poin Mantapkan Hubungan Tiongkok-Indonesia

Antara
Pembangunan tunnel Walini untuk jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung, merupakan kerja sama Indonesia dengan Tiongkok.

DUTA Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian memaparkan perkembangan hubungan Tiongkok-Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Indonesia Joko Widodo. Dubes menyebut ada empat poin penting yang membuat hubungan dua negara tetap langgeng.

Pertama, adalah seringnya pertukaran tingkat tinggi.

"Sampai sekarang, Presiden kita telah bertemu tujuh kali dan mencapai konsensus penting dalam membangun hubungan yang lebih kuat dan mempromosikan sinergi antara strategi pembangunan," urai Dubes Xiao saat menggelar buka puasa bersama media massa di Indonesia, di Kantor Kedubes Tiongkok Mega Kuningan Jakarta, Jumat (24/5).

Setelah pengumuman oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 21 Mei, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Wakil Presiden Wang Qishan masing-masing telah mengirim ucapan selamat kepada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin.

"Bahkan baru-baru ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Forum Belt and Road ke-2 untuk Kerjasama Internasional di Beijing. Dan  mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Xi dan Wakil Presiden Wang."

Kedua, tumbuhkan sinergi dalam strategi pembangunan.

"Kedua negara kita secara resmi menandatangani MoU untuk bersama-sama mempromosikan kerja sama di bawah kerangka kerja Belt and Road Initiative dan Global Maritime Fulcrum pada 2018," jelasnya.

MoU ini menyelesaikan pembahasan di tingkat atas untuk menyelaraskan strategi pembangunan. Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah proyek MoU dari penyelarasan strategi fase-satu dan kini telah memasuki implementasi penuh. Baru-baru ini, pembuatan terowongan Walini menandai proses lanjut proyek kereta cepat ini.

"Jika sekarang Jakarta-Bandung membutuhkan waktu tempuh 3 jam dan lebih kalau macet. Dengan proyek kereta cepat, cukup 40 menit saja," jelas Dubes Xiao.

Ketiga, menurut Dubes Xiao adalah tercapainya kemajuan yang mantap dalam kerja sama praktis bilateral. Pada 2018 perdagangan bilateral Tiongkok-Indonesia mencapai US$77,4 miliar. Posisi ini mempertahankan status C sebagai mitra dagang terbesar Indonesia selama 8 tahun berturut-turut.

"Selain itu Tiongkok Daratan tetap sebagai investor terbesar ketiga di Indonesia, tiga tahun berturut-turut dengan investasi US$1 miliar pada 2018," lanjutnya.

Tahun lalu, Tiongkok meningkatkan impor minyak sawit Indonesia sebesar 590.000 ton. Ini melebihi target yang diumumkan oleh Perdana Menteri Li Keqiang ketika dia mengunjungi Indonesia pada 2018.

Dalam dua bulan pertama pada 2019, Tiongkok mengimpor 790.000 ton minyak sawit Indonesia, terjadi peningkatan sekitar 200.000 ton.

Keempat adalah adanya bab baru dalam pertukaran orang dan budaya. Pada 2018 jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia lebih dari 2,1 juta orang.

"Saat ini, ada lebih dari 15.000 siswa Indonesia yang belajar di Tiongkok. Dan menjadikan Tiongkok sebagai salah satu tujuan pendidikan luar negeri favorit bagi siswa Indonesia," kata Dubes.

Saat ini Universitas Tsinghua menandatangani MoU kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung, untuk membina bakat-bakat inovatif di Indonesia melalui kerja sama kelembagaan dan pengembangan sumber daya manusia. Pembangunan nasional Indonesia dihadapkan pada peluang-peluang baru setelah terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo baru-baru ini.

baca juga: Pos Penjagaan Mako Brimob Purwokerto Ditembak Orang tak Dikenal

Tahun depan menandai peringatan ke-70 hubungan diplomatik Tiongkok-Indonesia, tonggak penting untuk meneruskan hubungan kedua negara untuk maju ke masa depan.

"Kami siap untuk mengambil kesempatan ini untuk lebih meningkatkan dan meningkatkan kemitraan strategis komprehensif kami," tutup Dubes Xiao.

Sebelumnya Dubes Xiao menyampaikan salam dari 23 juta umat Muslim Tiongkok untuk masyarakat Muslim Indonesia yang saat ini sedang melaksanakan puasa Ramadan. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More