PM Inggris Theresa May Nyatakan Mengundurkan Diri

Penulis: Marcheilla Ariesta Pada: Jumat, 24 Mei 2019, 17:50 WIB Internasional
PM Inggris Theresa May Nyatakan Mengundurkan Diri

Tolga AKMEN / AFP
Perdanan Menteri Inggris Theresa May

PERDANA Menteri Inggris Theresa May menyatakan akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif pada Jumat, 7 Juni 2019 mendatang. Pengunduran dirinya mengikuti mandeknya pembicaraan Brexit.
 
"Saya telah melakukan semua yang saya bisa untuk meyakinkan anggota parlemen mendukung kesepakatan itu. Sayangnya, saya belum bisa melakukannya," kata May, dalam pernyataannya di Downing Street, dilansir dari The Guardian, Jumat, 24 Mei 2019.
 
May mengatakan akan mundur sebagai pemimpin Partai Konservatif pada Jumat pekan depan. Proses untuk memilih pemimpin baru akan dimulai di pekan berikutnya.

Sebuah penyesalan, kata May, tidak bisa memberikan Brexit kepada Inggris. Mengutip kata Nicholas Winton, May menyebutkan 'kompromi bukan kata yang kotor'.

Baca juga: Upaya Terakhir Theresa May Selamatkan Brexit Berisiko
 
Menurut May, Partai Konservatif akan melayani masyarakat di tahun-tahun mendatang. Dia menambahkan pentingnya kantor perdana menyeri untuk 'membakar ketidakadilan', sebuah frasa yang digunakan di awal kepemimpinannya.

"Politik kita mungkin sedang tegang, tetapi ada banyak hal baik tentang negara ini. Sangat bisa dibanggakan, sangat optimis," imbuhnya.
 
May mengatakan sebuah kehormatan menjadi perdana menteri wanita yang kedua bagi Inggris. Dia berharap dirinya bukan perdana menteri perempuan terakhir di Negeri Ratu Elizabeth tersebut.
 
Suaranya bergetar kala dia menyampaikan rencana pengunduran dirinya tersebut. Namun, May akan tetap menjadi perdana menteri yang menyambut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 3 Juni mendatang.
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More