Jumat 24 Mei 2019, 17:10 WIB

Jangan Takut Timbangan

Thalatie K Yani | Weekend
Jangan Takut Timbangan

dok. .shutterstock
timbangan berat badan.

 

Bagi sebagian orang timbangan menjadi mimpi buruk yang mengingatkan akan berat badan kita. Namun menimbang setiap hari dapat membantu anda mengurangi berat badan.

Para peneliti menemukan orang yang menimbang setiap hari bisa mempertahankan atau menurunkan berat badan. Pasalnya timbangan menjadi pengingat keras dan mendorong orang untuk menyesuaikan prilaku mereka esok harinya ketika berat badannya naik.

"Ini dapat membuat orang berolahraga sedikit lebih banyak atau menyaksikan mereka lebih berhati-hati makan," menurut para peneliti.

Sementara partisipan yang tidak menimbang setiap hari mengalami kenaikan berat badan. Para peneliti mengingatkan mereka yang tidak menimbang secara teratur, pasalnya mereka tidak merasakan tekanan untuk menyesuaikan perilaku mereka dengan kenaikan berat badan.

Penelitian yang rencananya dipublikasikan Juni 2019 untuk isu obesitas, meneliti 111 orang dewasa dengan rentang usia 18-65 tahun. Penelitian dilakukan pertengahan November 2017 hingga awal Januari 2018 dengan rata-rata kenaikan 0.4-1,5 kg.

Tim dari Universitas of Georgia mengingatkan parsisipan untuk mencoba mempertahankan berat badan awal mereka selama musim liburan. Tapi mereka tidak memberikan tambahan instruksi bagaimana mencapai tujuan itu, memaksa mereka menentukan sendiri bagaimana memodifikasi perilaku mereka.

Mereka menemukan orang yang tidak menimbang setiap hari mengalami kenaikan rata-rata 2,2 kg dalam dua bulan. Sedangkan mereka yang menimbang selama dua minggu mengalami penurunan berat badan 0.1 kg.  

"Mungkin mereka sedikit berolahraga esoknya (setelah melihat berat badan naik) atau mereka menjaga apa yang mereka makan," ujar peneliti utama Jamie Cooper sebagaimana disitat Dailymail.

"Mereka yang menentukan bagaimana memodifikasi perilaku yang efektif, karena kami tahu tidak bisa mengintervensi satu per satu," tambahnya.

Michelle vanDellen, penulis kedua penelitian ini mengatakan penemuan terbaru mereka mendukung teori ketidaksesuaian pengaturan diri. "Orang-orang sangat sensitif terhadap perbedaan atau perbedaan antara diri mereka saat ini dengan standar atau tujuan yang ingin dicapai," ujarnya.

"Ketika mereka melihat perbedaan, cederung mengarah ke perubahan perilaku. Menimbang setiap hari akhirnya melakukan perubahan itu untuk orang-orang dengan cara yang jelas," imbuhnya.

Obesitas merupakan kontributor terbesar 200 penyakit, seperti diabetes, hipertensi, kardiovaskular, dan kanker. Sekitar 1,2 juta orang di seluruh dunia menderita obesitas. (Dailymail/M-3)

Baca juga : Bikin Gebrakan, Negara Ini 'PHK' Sedotan Plastik

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More