UGM Ajak Semua Pihak Rajut Kebangsaan Pasca Pemilu

Penulis: Ardi Teristi Hardi Pada: Jumat, 24 Mei 2019, 14:05 WIB Politik dan Hukum
UGM Ajak Semua Pihak Rajut Kebangsaan Pasca Pemilu

MI/Ardi Teristi Hardi
Rektor UGM Panut Mulyono (tengah) saat menyatakan sikap kampus UGM pasca Pemilu 17 April 2019, Jumat (24/5).

REKTOR UGM, Panut Mulyono menyampaikan sikap bahwa kampus yang dipimpinnya bersikap netral. Tidak berada di belakang salah satu kontestan Pilpres. Ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan NKRI, Pancasila, dan rasa kebangsaan.

"Kami menyerukan untuk membangun persatuan, kesatuan, dan merajut kebangsaan setelah Pemilu," kata Panut di UGM, Jumat (24/5).  

Menurut dia, sikap yang diambil oleh UGM sama dengan perguruan tinggi lain yang ada di Indonesia. Ia sebagai Rektor UGM sering berkomunikasi dengan Forum Rektor Indonesia dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri. Hal tersebut disampaikan Panut setelah kerusuhan yang terjadi di sekitar Kantor Bawaslu di Jakarta pascapengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU RI. UGM pun mengirimkan pesan merajut persatuan dan perdamaian.

Menurut dia, pihak-pihak yang belum menerima keputusan KPU RI dapat menempuh jalur hukum yang konstitusional ke Mahkamah Konstitusi.

baca juga: Hari Ini, Pemerintah Cairkan THR PNS

"Mari kita kembali ke nilai-nilai kejujuran, integritas, dan tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan," jelas dia.

Pada kesempatan sama, Dekan Fakultas Hukum, Prof Sigit Riyanto menyebut, gejala pelanggaraan hukum sudah tampak atas peristiwa 22 Mei 2019. Ia pun meminta agar pemerintah bertanggungjawab dalam menangani dan mengusut tuntas aksi tersebut yang berakhir ricuh. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More