Jumat 24 Mei 2019, 13:45 WIB

Pemprov Kalsel Sediakan Angkutan Mudik Gratis

Denny Susanto | Nusantara
Pemprov Kalsel Sediakan Angkutan Mudik Gratis

ANTARA/Latif Thohir
Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan Rusdiansyah.

 

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan menyediakan 50 unit angkutan mudik gratis bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri 1440 Hijriah di kampung halamannya. Lonjakan pemudik mulai terjadi di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel Rusdiansyah mengatakan pihaknya menyediakan angkutan mudik gratis bagi masyarakat serta pegawai golongan I dan II. Angkutan mudik gratis ini merupakan program peduli gubernur untuk meringankan beban masyarakat dan PNS golongan rendah yang ingin mudik.

"Angkutan mudik gratis ini bertujuan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang dan mengurangi pemudik menggunakan sepeda motor," ujar Rusdiansyah.

Selain itu program ini juga sebagai antisipasi kecelakaan lalu lintas saat mudik.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Siapkan 35 Bus Mudik Gratis

Ada sebanyak 50 unit bus angkutan mudik gratis yang disediakan Pemprov Kalsel. Jadwal mudik dibagi dua yaitu pada 30 Mei 2019 dan 2 Juni 2019. Rute mudik antara lain Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Tabalong, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Pada bagian lain, lonjakan arus mudik di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin mulai terjadi. Setiap hari jumlah pemudik meningkat dua sampai tiga kali lipat dari hari biasa. Puncak mudik diprediksi akan terjadi pada akhir pekan ini.

CEO PT Pelindo III Cabang Banjarmasin Boy Robianto mengungkapkan infrastruktur pelabuhan Trisakti Banjarmasin sudah siap untuk menghadapi lonjakan pemudik yang mulai terjadi secara bertahap sejak H-15 lalu. Menurutnya penumpukan penumpang terjadi disebabkan banyak penumpang yang datang jauh-jauh hari sebelum jadwal keberangkatan kapal.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More