Jumat 24 Mei 2019, 13:30 WIB

Indonesia-Belanda Bicarakan Skema Kerja Sama Baru

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Indonesia-Belanda Bicarakan Skema Kerja Sama Baru

Dok. Bappenas
Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro

 

MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro bertemu Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda Sigrid Kaag di sela-sela acara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Ministerial Meeting 2019 di Paris, Prancis.

Pertemuan itu dilakukan guna membahas berakhirnya skema kerja sama pembangunan bilateral Official Development Assistance (ODA) pada 2020.

Kerja sama dihentikan lantaran ekonomi Indonesia dinilai sudah mampu tumbuh signifikan dalam satu dekade terakhir. Selain itu, Belanda juga ingin fokus memberikan bantuan pembangunan kepada negara-negara di sekitar Eropa.

Maka dari itu, kedua negara perlu bertemu guna membicarakan berbagai kerja sama dalam bentuk lain yang mungkin bisa dilakukan di masa mendatang.

"Kami akan terus melakukan koordinasi. Membicarakan berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan nanti," ujar Bambang melalui keterangan resmi, Jumat (24/5).

Baca juga: Indonesia-Belanda Jajaki Kerja Sama Bantuan Hukum Timbal Balik

Salah satu bantuan pembangunan yang diberikan Negeri Tulip kepada Indonesia adalah manajemen sumber daya air melalui proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Masterplan NCID telah selesai pada 2015 dan sekarang tengah fokus pada pengembangan rencana terintegrasi penanggulangan banjir di Jakarta. Kerja sama tersebut mencakup skema dan sumber pembiayaan serta tinjauan kelembagaannya.

Ke depannya, dengan berakhirnya ODA, Belanda diharapkan tetap memberikan bantuan melalui skema lainnya seperti program regional dan global maupun kerja sama teknis dan sektoral melalui nota kesepahaman (MoU).

"Kami berharap pemerintah Belanda dapat memberikan dukungan hibah di sektor pendidikan dan vokasi dengan memberikan beasiswa kepada para pelajar Indonesia," tutur Bambang.

Di sektor perdagangan, ia berharap kedua belah pihak dapat meningkatkan nilai transaksi. Sedianya, nilai perdagangan Indonesia dan Belanda terus mengalami pertumbuhan sejak 2016. Kala itu, transaksi tercatat sebesar US$3,97 juta. Kemudian tumbuh menjadi US$5,06 juta di 2017 dan mencapai US$5,13 juta di 2018.

"Dilihat dari neraca perdagangan, Indonesia dalam posisi surplus. Meski begitu, kami merasa perlu untuk tetap meningkatkan transaksi perdagangan dengan Belanda," tandasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More