Situasi Pascademo Membaik, Rupiah Menguat

Penulis: Antara Pada: Jumat, 24 Mei 2019, 11:49 WIB Ekonomi
Situasi Pascademo Membaik, Rupiah Menguat

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Karyawan memegang mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019)

EKONOM Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (24/5), menguat seiring membaiknya situasi pascademo memprotes hasil Pemilu 2019 yang sempat ricuh.

"Situasi membaik, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Pagi ini mata uang kuat Asia, yen, dolar Hong Kong dan dolar Singapura kompak dibuka menguat terhadap dolar AS, yang kemungkinan bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini," kata Lana di Jakarta, Jumat (24/5).

Dari eksternal, harga minyak mentah yang turun menjadi katalis positif bagi rupiah. Harga minyak mentah untuk jenis WTI kembali turun di bawah 60 dolar AS per barel. Pada perdagangan kemarin ditutup di 57,91 dolar AS per barel atau turun hampir 5%.

Baca juga: BI Optimistis Rupiah akan Tetap Bergerak Stabil

Pasar komoditas energi ini mulai mengkawatirkan perlambatan ekonomi global akibat perang dagang AS dan Tiongkok yang belum ada sinyal untuk melakukan perundingan kembali.

"Perlambatan ekonomi ini akan membuat permintaan energi juga melambat, bahkan turun di tengah suplai minyak yang masih cukup besar saat ini," ujarnya.

Lana memprediksi rupiah hari ini akan menguat menuju kisaran antara Rp14.450 per dolar AS hingga Rp14.480 per dolar AS. Hingga pukul 10.41 WIB, rupiah menguat 11 poin atau 0,08% menjadi Rp14.469 per dolar AS, dibandingkan hari sebelumnya Rp14.480 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat ini menunjukkan rupiah menguat menjadi Rp14.451 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.513 per dolar AS.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More