Jumat 24 Mei 2019, 11:36 WIB

Penggunaan Merkuri di NTB Di Atas Ambang Batas Aman

Yusuf Riaman | Nusantara
Penggunaan Merkuri di NTB Di Atas Ambang Batas Aman

Antara
Konsentrasi penggunaan merkuri dalam kegiatan penambangan emas tanpa izin di Lombok Barat dan Sumbawa, NTB di atas ambang batas aman.

 

KONSENTRASI penggunaan  merkuri dalam kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI) di Lombok Barat dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat sudah di atas ambang batas aman.

"Dari hasil survei yang kami lakukan, merkuri udara di wilayah Sekotong dan Pelangan, Lombok Barat sangat tinggi. Konsentrasinya sudah di atas ambang batas aman," kata Yuyun Ismawati Drwiega, Wakil Ketua Nexus3 Foundation kepada wartawan usai menandatangani nota kesepahaman dengan Amman Mineral Nisa Tenggara, dan Universitas Mataram, di Mataram, Kamis (23/5) malam.

Konsentrasi merkuri di atas ambang batas setelah dilakukan uji sampel terhadap sampel rambut, ikan dan beras.

"Rata-rata melebihi baku mutu aman," ujar Yuyun.  

Begitu pula di Sumbawa Barat, setidaknya ada empat sentra kegiatan penambangan tanpa izin yang kondisinya sudah sangat mengerikan,

"Saya belum pernah lihat di tempat lain. Di Sumbawa Barat itu sama seperti di Poboya atau Sekotong. Lagi booming-boomingnya," ujar Yuyun.

Menurutnya, di Indonesia ada 800 lokasi Peti tersebar di 93 kabupaten.
"Dari Peti ini sebetulnya menghasilkan emas antara 60 hingga 100 ton setahun secara nasional," katanya.

Mou tersebut juga ditandatangani Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmat Makkasau, dan Rektor Unram H. Lalu Husni.
Kesepakatan dilakukan untuk pemantauan dan penanganan dampak lingkungan, kesehatan, sosial, dan ekonomi di kawasan-kawasan peti yang ada d NTB.

Presdir PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmat mengatakan penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan dengan prinsip partisipatif, konstruktif, saling menghormati, berorientasi pada solusi yang berkelanjutan dan mengedepankan semangat kekeluargaan.

"Kerja sama ini juga mengupayakan dan mendorong masyarakat, penambangan, dan para tenaga kerja yang terkait dengan pengolahan atau ekstraksi emas. Untuk memiliki kesadaran akan hidup sehat dan bebas racun di titik-titik panas peti di wilayah NTB," ujarnya.

baca juga: Trans Sumatra, Alternatif Jalan bagi Pemudik

Rachmat menambahkan dalam MoU tersebut Amman Mineral memiliki peran dalam mengupayakan dan membantu pengadaan sumber daya yang diperlukan untuk memampukan dan merealisasikan pelaksanaan program pemantauan serta penanganan dampak lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi peti di Kawasan NTB.

"Amman Mineral bersama Unram dan Nexus3 Foundation juga akan membantu pemerintah kabupaten dan provinsi NTB, menyusun Rencana Aksi Daerah untuk mendukung pengurangan dan penghapusan merkuri sesuai arahan Pemerintah Pusat," kata Rachmat. (OL-3)

Baca Juga

Antara

Gelar Rapid test, Delapan Dosen Unhas Reaktif

👤Lina Herlina 🕔Rabu 08 Juli 2020, 23:37 WIB
Dosen-dosen yang reaktif tersebut segera ditangani oleh dokter, dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Selanjutnya, mereka akan...
MI/Reza Sunarya

Taman Air Mancur Sribaduga Situ Buleud Purwakarta

👤Reza Sunarya 🕔Rabu 08 Juli 2020, 22:30 WIB
Gara-gara warga tidak mematuhi protokol kesehatan covid-19, Pemkab Purwakarta menutup kembali Taman Air Mancur Sribaduga Situ Buleud...
Antara

Gowa jadi Contoh, Mendagri Dorong Gerakan Sejuta Masker

👤Antara 🕔Rabu 08 Juli 2020, 22:23 WIB
Apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa dengan mengagas Gerakan Sejuta Masker merupakan terobosan yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya