Aktivitas di Thamrin Kembali Ramai

Penulis: Antara Pada: Jumat, 24 Mei 2019, 09:25 WIB Megapolitan
Aktivitas di Thamrin Kembali Ramai

MI/ BARY FATHAHILAH
Ilustrasi -- Kendaraan memasuki kawasan pembatasan lalu lintas ganjil-genap di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (2/1)

LALU lalang warga Jakarta yang beraktivitas dengan berjalan kaki sudah meramaikan kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (24/5). Hanya saja, jalur tersebut masih tertutup bagi kendaraan bermotor. Hal ini buntut dari kejadian kericuhan massa yang terjadi pada Selasa (21/5) hingga Kamis (21/5) dini hari di depan Gedung Bawaslu RI.

Jalanan telah bersih dari puing-puing, sementara sisa gas air mata yang sehari sebelumnya masih mengganggu penciuman dan membuat perih mata, kini tidak lagi terasa.

Wenny, karyawan kantor di kawasan Thamrin, sudah tidak khawatir lagi untuk melewati jalan di depan Gedung Bawaslu karena suasananya kian membaik.   

"Kemarin-kemarin kalau lewat sini masih ramai dijaga ketat polisi. Lumayan khawatir juga saya nanti disangka mau provokasi. Masih ada gas air mata juga kan, sekarang sudah tidak terasa," kata Wenny, Jumat (24/5).

Meskipun lalu lalang warga di jalan MH Thamrin atau tepatnya di depan Gedung Bawaslu masih ditutup oleh barikade kawat berduri. Akibatnya, para pejalan kaki harus melewati pagar yang berada di depan Sarinah untuk menuju arah Bundaran HI maupun Agus Salim.

Baca juga: Jalan MH Thamrin Ditutup Hingga Sabtu

Selain itu, beberapa petugas TransJakarta juga tampak siap berjaga di halte meskipun moda transportasi umum TransJakarta dari dan menuju Bundaran HI, Sarinah, Bank Indonesia dan Monas masih belum beroperasi.

"Belum tahu sampai kapan. Masih memantau kondisi di sini," kata petugas TransJakarta, Samsul.

Sementara itu, hingga pukul 08.30 WIB, pusat mperbelanjaan Sarinah tampak masih tutup dan belum ada tanda-tanda akan segera dibuka. Untuk keamanan di sekitar Thamrin, penjagaannya pun sudah tidak terlalu ketat daripada dua hari sebelumnya.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More