Jumat 24 Mei 2019, 08:48 WIB

Ratusan Anggota Banser Gelar Doa Bersama Sikapi 22 Mei

Kristiadi | Politik dan Hukum
Ratusan Anggota  Banser Gelar Doa Bersama Sikapi 22 Mei

MI/Kristiadi
Ratusan anggota Banser Kota Tasikmalaya menggelar doa bersama menyikapi aksi 22 Mei, Kamis (23/5) malam.

 


RATUSAN anggota Barisan Serba Guna Ansor (Banser) Kota Tasikmalaya menggelar doa bersama pascaaksi yang dilakukan massa pada 22 Mei di Jakarta. Doa bersama digelar di Kantor Pengurus Cabang NU (PCNU) Kota Tasikmalaya, Kamis (23/5) malam. 

Wakil Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tasikmalaya, Opik Taupikul Haq mengakatan, doa bersama itu dilakukan atas instruksi Pengurus Besar NU berkaitan dengan kondisi bangsa sekarang ini. Terutama setelah terjadinya kerusuhan di ibu kota. 

"Kami semua menyesali terjadinya kerusuhan di Ibu kota Jakarta. Kami   hanya bisa berdoa untuk korban kerusuhan sejak Rabu (22/5) itu. Sedangkan kondisi Kota Tasikmalaya tetap sejuk dan aman. Kejadian di Jakarta tidak berdampak di sini," kata Opik. 
 
Ia mengungkapkan, seharusnya aksi yang dilakukan di depan Kantor Bawaslu RI tidak perlu berakhir rusuh dan menimbulkan korban jiwa. 

"Mereka melakukan aksi masa secara damai, tetapi jika tujuannya itu untuk menciptakan kerusuhan tentunya harus dihentikan. Petugas wajib melakukan penindakan secara tegas bagi siapa pun yang melakukan pengrusakan dan kekerasan. Apa yang dilakukan polisi sudah benar kita tentu sangat mendukung TNI/Polri dalam penanganan tersebut," ujarnya

Menurutnya, aksi massa tersebut bertujuan untuk kerusuhan sehingga tidak bisa dibenarkan oleh dalil apa pun. Baik dengan dalil konstitusi maupun agama. 

baca juga: Ketua MK Jamin Independensi Hakim

"Dengan menggelar doa bersama, Banser juga diminta untuk bersiaga menjaga Kantor PCNU Kota Tasikmalaya, karena dikhawatirkan akan ada aksi masa juga di Kota Tasikmalaya," tambahnya.

Pada kesempatan sama, Kepala Satuan Koordinasi Cabang Banser Kota Tasikmalaya, Haedar Burhan mengajak warga Kota Tasikmalaya untuk tidak mudah terpancing dengan banyaknya info provokatif. (OL-3)


 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More