Jumat 24 Mei 2019, 00:58 WIB

Keluarga Korban Heran, 1 Tersangka Penganiayaan Anak Tak Ditahan

Muhammad Fauzi | Nusantara
Keluarga Korban Heran, 1 Tersangka Penganiayaan Anak Tak Ditahan

thinkstock
ilustrasi

 

KEPOLISIAN Daerah Sumatera Utara telah menahan Cindy Claudyana Sembiring K, tersangka kasus dugaan penganiayaan anak berinisial MHD (16) siswa SMA Shafiyyatul Amaliyah Medan, Sumatera Utara pada 20 Mei 2019 lalu.

Kasus tersebut sebelumnya telah dilaporkan keluarga korban ke polisi pada tanggal 9 November 2018 dengan terlapor guru MHD yang bernama Cindy Claudyana Sembiring K dan Syahyudi.

Belakangan keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, baru Cindy Claudyana Sembiring yang dijebloskan ke dalam bui.

Menurut kuasa hukum keluarga korban, Saiful Anam, terdapat kejanggalan dalam penanganan kasus ini. Dirinya juga mempertanyakan mengapa saat ini hanya satu orang saja yang dilakukan penahanan. Padahal, kata Anam, dalam kasus itu polisi telah menetapkan keduanya jadi tersangka.

“Harusnya karena ini tindak pidana yang termasuk dalam kategori tindak pidana anak, pihak Kepolisian tidak tebang pilih dalam melakukan tindakan penahanan. Apalagi keduanya sudah dua kali tidak menghadiri panggilan sebagai tersangka, selain itu pula kasus ini telah mendapatkan perhatian khusus baik dari KPAI maupun Kemendikbud," kata Saiful Anam, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/5).

Baca juga : KPU Medan Pidanakan Oknum PPK Curang

Saiful Anam meminta, polisi tidak 'bermain api' dalam penanganan kasus tersebut karena telah mendapat perhatian publik.

"Kami berharap polisi tidak main-main menangani kasus ini. Kami minta kedua tersangka harus ditahan," katanya.

Masih menurutnya, tidak hanya keluarga korban yang menginginkan keadilan, tetapi semua pihak termasuk orang tua murid SMA Shafiyyatul Amaliyah Medan lainnya menginginkan adanya keadilan atas kasus tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Saiful Anam, kepolisian harusnya memandang kasus dugaan penganiayaan anak ini secara komprehensif dan berkesinambungan.

"Sangat tidak adil apabila satu orang ditahan satu lagi tidak ditahan," tegasnya.

Kasus dugaan penganiayaan ini bermula pada saat MHD dan teman-temannya dianggap terlambat masuk kedalam kelas, Rabu 3 Oktober 2018 lalu. Padahal tidak demikian adanya.

Namun guru wali kelas MHD yang bernama Cindy Claudyana Sembiring K justru melalukan hal yang seharusnya tidak ia lakukan dengan melakukan penganiyaan secara fisik dan psikis antara lain memukul kaki dengan menggunakan gagang sapu ijuk berkali-kali.

Selain itu, pelaku juga membenturkan kepala korban ke dinding, mencekik leher dengan menggunakan dasi korban dan banyak lagi bentuk penganiayaan lainnya serta tindakan-tindakan yang mengarah kepada diskrimatif terhadap korban didalam kelas yang disaksikan oleh teman-temannya.

Tidak hanya itu, salah satu guru bernama Syahyudi yang dengan atau tanpa mengetahui jelas persoalannya, justru melakukan hal yang sama kepada Hadyan. Padahal anak tersebut bukan merupakan anak yang tergolong nakal dan tidak pernah keluar masuk ruang BP/BK di sekolahnya. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Semester I, Bandara Ngurah Rai Hanya Melayani 4,87 Juta Penumpang

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 10:46 WIB
Selama tujuh bulan berjalan di tahun 2020, tercatat sebanyak 4.871.017 penumpang dan 38.738 pergerakan pesawat udara terlayani. Atau turun...
Hijrah Ibrahim

Empat Kabupaten di Maluku Utara Belum Cairkan NPHD 100 Persen

👤Hijrah Ibrahim 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 10:01 WIB
Jika empat kabupaten di Maluku Utara tidak segera mencairkan NPHD untuk Pilkada 2020 maka pilkada di wilayah itu ditunda karena tidak ada...
MI/Denny Susanto

Angka Kematian Penderita Covid -19 di Kalsel Terus Ditekan

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 08 Agustus 2020, 08:43 WIB
Berdasarkan data Gugus Tugas Kalsel, saat ini ada 2.347 orang pasien covid tengah dirawat di berbagai rumah sakit  dan angka kematian...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya