Jumat 24 Mei 2019, 07:00 WIB

Inggris Tunda Voting Penting Soal Brexit

mediaindonesia | Internasional
 Inggris Tunda Voting Penting Soal Brexit

AFP
juru bicara pemerintah Mark Spencer

 

PEMERINTAH Inggris kemarin memutuskan menunda voting yang penting soal keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) yang awalnya dijadwalkan pada minggu pertama Juni. Ini menyusul kecaman dari para pendukung Brexit terhadap sejumlah konsesi yang dibuat oleh Perdana Menteri Theresa May.

"Kami akan segera menyusun kembali tanggal voting karena tanggal 7 Juni tidak dimungkinkan," ungkap juru bicara pemerintah Mark Spencer.

May sendiri tengah dalam tekanan untuk mundur dari jabatannya karena belum mampu membujuk para anggota parlemen untuk mendukung perjanjian perpisahan yang dibuatnya bersama para pemimpin Uni Eropa.

Perjanjian itu sudah tiga kali ditolak oleh parlemen. Akhirnya tanggal Brexit yang awalnya dijadwalkan pada 29 Maret 2019 menjadi mundur dan kini ditentang berbagai partai politik.

Gawatnya posisi May diperparah pekan ini menyusul mundurnya Andrea Leadsom dari posisi wakil pemerintah di parlemen. Leadsom adalah salah satu pendukung terkuat Brexit di parlemen. "Saya tidak lagi percaya soal kemampuan partai dalam mewujudkan hasil referendum tahun 2016," ungkap Leadsom dalam surat pengunduran dirinya.

Di sisi lain, sejumlah pemimpin Partai Konservatif, termasuk beberapa anggota kabinet May, kini mulai berkampanye untuk menduduki kursi Perdana Menteri.

Pemilu Eropa

Warga di sejumlah negara Eropa sendiri, seperti Inggris dan Belanda, kemarin mulai memberikan suara mereka dalam pemilihan umum. Lebih dari 400 juta warga Eropa di 28 negara berhak memilih 751 anggota parlemen.

Di Inggris, masalah Brexit telah menyebabkan perpecahan di antara warga. Jika Brexit berjalan sesuai jadwal yaitu Maret seharusnya mereka kini tidak perlu mengikuti pemilu Eropa kali ini.

"Seharusnya kalau sudah memutuskan keluar dari Uni Eropa, kesepakatan itu harus diwujudkan," kata Neil Rodford, 49, saat memberikan suara di London.

Namun warga lain menyatakan Inggris seharusnya tetap menjadi bagian dari Uni Eropa.

Sejauh ini yang diunggulkan adalah Partai Brexit pimpinan Nigel Farage dengan perolehan 37% pada sejumlah jajak pendapat. Konservatif sendiri hanya menempati posisi kelima. (AFP/Yan/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More