Anies Minta Warga Jakarta kembali Beraktivitas Normal

Penulis: Selamat Saragih Pada: Kamis, 23 Mei 2019, 20:50 WIB Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta kembali Beraktivitas Normal

antara
GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan

GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengimbau semua warga Jakarta kembali beraktivitas seperti biasa setelah aksi 22 Mei supaya roda perekonomian tetap stabil dan lancar.

"Kembali beraktivitas seperti sediakala mereka yang berada di wilayah Jalan MH Thamrin. Juga toko-toko bisa kembali di buka. Pusat perbelanjaan di buka kembali,” kata Anies saat meninjau kawasan Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (23/5).

Menurut dia, kondisi Jakarta tetap aman dan kondusif. Karena kerusuhan aksi 22 Mei hanya terjadi di beberapa titik saja. Seperti di Jl MH Thamrin, Slipi, Petamburan, dan Tanah Abang.

"Kita berharap kegiatan mereka semua seperti biasa. Kita teruskan kegiatan seperti biasa. Sehingga ke depan perekonomian bergerak lebih baik," ujar Anies.


Baca juga: Pemprov DKI masih Menghitung Kerugian akibat Kerusuhan


Terkait perekonomian Jakarta, Anies menegaskan, kerusuhan aksi yang berlangsung selama dua hari ini tidak menjadi suatu gangguan bagi pergerakan roda perekonomian Ibu Kota.

"Terkait perekonomian saya garis bawahi, kondisi di Jakarta relatif tenang dan stabil," ungkap Anies.

Sebab, lanjutnya, yang terjadi di Jl MH Thamrin, Tanah Abang, Petamburan dan Slipi berbeda dengan peristiwa yang terjadi pada 1998.

"Tahun 1998, seluruh wilayah di Jakarta terjadi kerusuhan di berbagai tempat ada toko-toko, mal ada penjarahan di berbagai tempat. Tetapi kemarin itu tidak terjadi. Kemarin hanya ada demonstrasi dan bentrokan di kawasan Tanah Abang sampai Slipi dan di kawasan Thamrin. Jadi secara umum, Jakarta kondisinya tenang dan stabil," ungkap Anies. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More