Kamis 23 Mei 2019, 20:17 WIB

JK Ingatkan Jaga Persatuan Bangsa

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
JK Ingatkan Jaga Persatuan Bangsa

MI/Ramdani
Wakil Presiden jusuf Kalla

 

WAKIL presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan agar masyarakat jangan terbelah hanya karena situasi politik yang sedang memanas beberapa hari ini. Perbedaan pandangan dalam politik, kata JK, merupakan bagian dari keragaman demokrasi.

Hal itu disampaikan JK saat acara buka puasa bersama di gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (23/5).

“Bangsa Indonesia ini jangan terpecah-belah karena masalah-masalah politik, masalah pengertian berbeda," kata JK dalam sambutannya, Kamis (23/5).

JK mengapresiasi sikap PBNU yang tidak terlibat dalam panasnya tensi politik saat ini. JK mengatakan perbedaan politik ini menjadi pemicu utama pecahnya kerusuhan yang terjadi sejak 21 Mei lalu.

Baca juga : Prabowo Harus Konsisten Ambil Jalur Konstitusional

“Kita semua menghargai dan bergembira atas sikap NU untukk mengutamakan amal ibadah, tidak ikut dalam perbedaan-perbedaan politik yang menyebabkan adanya kerusuhan yang terjadi dalam 1, 2 hari terakhir ini," kata JK.

Di hadapan para ulama NU dan tokoh masyarakat, JK berpesan agar selalu merangkul umat untuk menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia, jangan terpecah belah, karena masalah perbedaan politik.

"Yang paling penting memberikan semangat kepada bangsa ini, semangat yang positif serta semangat yang tulus untuk bangsa Indonesia. itulah harapan kita," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PBNU Said Aqil Siradj mengecam keras kekisruhan yang terjadi dalam aksi massa di depan kantor Bawaslu RI dan sejumlah wilayah di Jakarta pada 21-22 Mei lalu.

“PBNU menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kericuhan yang terjadi 21-22 Mei, mari kita bermuhasabah memandang diri sendiri atas kejadian kemarin," ujar Said. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More