Empat Tersangka Provokator Aksi 22 Mei Positif Narkoba

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Kamis, 23 Mei 2019, 20:12 WIB Politik dan Hukum
Empat Tersangka Provokator Aksi 22 Mei Positif Narkoba

MI/SUSANTO
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

POLDA Metro Jaya telah menetapkan tersangka terhadap 257 orang yang diduga menjadi provokator dalam aksi 22 Mei yang berakhir ricuh pada sejumlah titik di Jakarta pada 21-22 Mei 2019. Dalam penyelidikan, diketahui 4 orang diantaranya positif mengonsumsi narkoba.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya menetapkan para provokator yang diduga menjadi dalang kericuhan di sejumlah titik lokasi, dalam pemeriksaan intensif ternyata beberapa orang diketahui positif narkoba.

"Setelah kita periksa semua, tes urine, ada 4 orang dinyatakan positif narkotika," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (23/5).

Argo memaparkan, mereka yang positif narkoba masing-masing berinisial RIL positif mengonsumsi amphetamine dan methampetamine, RI positif methampetamine, YO positif methampetamine, dan NH positif mengonsumsi benzo.

"Keempat orang yang positif narkoba ini kita amankan saat kejadian dari depan Gedung Bawaslu," terangnya.

Selanjutnya, pihaknya akan mendalami peran-peran para tersangka yang terlibat dalam kericuhan itu. Apalagi diketahui mereka mayoritas berasal dari luar Jakarta.

"Kita sedang menyelidiki peran-perannya apa. Mereka juga akan diserahkan ke Ditresnarkoba (Polda Metro Jaya)," lanjutnya.

Baca juga: Polri Tuding Massa Rusuh sebagai Massa Bayaran

Selain dikenakan pasal pengeroyokan terhadap barang, perusakan dan melawan petugas, mereka dipastikan disangkakan UU Narkotika sebagai pengguna narkoba, meskipun tidak ditemukan barang bukti.

"Nantinya mereka akan didalami lagi dan kita asesmen ke BNN untuk mengetahui sudah berapa lama mereka menggunakan narkoba, dan dari mana asal narkobanya," pungkasnya.

Di lain kesempatan, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menyebut kelompok yang ditetapkan tersangka itu berbeda dari massa yang melakukan unjuk rasa. Pasalnya, disinyalir aksi 22 Mei itu ditunggangi kelompok-kelompok tertentu yang sengaja menciptakan kericuhan.

Begitu juga pihaknya akan menindaklanjuti temuan para tersangka yang positif narkoba. Oleh karena itu, tes urine diberlakukan untuk semua tersangka tersebut.

"Bagaimana mau unjuk rasa kalau mereka narkoba?. Jadi akan kita kembangkan, yang lain akan kami periksa," pungkas

Sebelumnya, sebanyak 257 orang ditangkap dalam aksi 22 Mei yang berakhir ricuh di Depan Gedung Bawaslu Jakarta. Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Diketahui polisi masing-masing berhasil menangkap provokator di sekitar Gedung Bawaslu sebanyak 72 tersangka, di kawasan Petamburan sebanyak 156 tersangka. Kemudian di Gambir sebanyak 29 tersangka.

"Jadi keseluruhannya ada 257 tersangka," kata Argo di Mapolda Metri Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (22/5)

Argo menjelaskan, mereka dinilai melakukan provokasi hingga terjadinya benturan dengan pihak kepolisian di sejumlah lokasi. Mereka diamankan karena melakukan aksi anarkistis di beberapa titik berbeda, seperti pelaku kerusuhan di Bawaslu, penyerangan di asrama polisi Cideng, dan chaos di Asrama Polisi Petamburan.

"Ada yang pembakaran asrama, ada yang melawan petugas, semua kita tangkap sejak semalam," sebutnya.

Dalam penangkapan provokator itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya, benda tumpul, botol-botol, petasan, celurit dan bom molotov.

Kerusuhan pecah di kawasan Sarinah, Tanah Abang hingga Petamburan. Massa melemparkan batu ke arah petugas kepolisian dan juga turut membakar ban. Asrama Brimob di kawasan Petamburan pun jadi sasaran massa.

Upaya peringatan sempat dilakukan, dengan mengeluarkan tiga kali peringatan agar massa mundur dan membubarkan diri serta kemudian melepaskan gas air mata.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More