Kamis 23 Mei 2019, 19:45 WIB

Bea Cukai dan Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan Daun Khat

mediaindonesia.com | Nusantara
Bea Cukai dan Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan Daun Khat

Dok Bea Cukai
Ditres Narkoba Polda Sumut Bersinergi dengan Bea Cukai Sumut gagalkan penyelundupan 16 Kg daun khat.

 

BEA Cukai Kualanamu menggelar konferensi pers atas penggagalan upaya penyelundupan barang melalui kiriman pos berupa daun Khat (Katinon) sebanyak 2 karton dengan berat sekitar 16 kilogram pada Selasa (21/5) di Aula Cakrawala Bea Cukai Kualanamu.

Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi Bea Cukai Kualanamu, Bea Cukai Sumatra Utara dan Ditres Narkoba Polda Sumatra Utara. Sebelumnya tim gabungan tersebut berhasil melakukan penindakan pada Rabu (15/5) dan Jumat (17/5) di Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Morawa.

Kepala Kantor Bea Cukai Sumatra Utara Oza Olavia mengungkapkan, barang kiriman tersebut dikirim dari negara Ethiopia dengan sebelumnya diberitahukan dalam Consignment Note (CN) berupa pakaian dengan penerima berbeda yang beralamat di Medan Helvetia dan Tanjung Balai Asahan.

"Koordinasi antara Bea Cukai Kualanamu, Bea Cukai Sumatra Utara, Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Morawa dan Ditresnarkoba Polda Sumatra Utara berhasil mengamankan pelaku berinisial Has, 46, sebagai penerima barang di Tanjung Balai Asahan. Untuk penerima barang yang berada di Medan Helvetia sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan," ungkap Oza.

Oza menyebutkan keberhasilan ini adalah salah satu upaya bersama yang dilakukan dengan reka-rekan Polda Sumatra Utara dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatra Utara.

"Ini merupakan upaya nyata dari sinergi terkait dengan Nota Kesepahaman (MoU) Tim Interdiksi Terpadu di Bandar Udara dan Pelabuhan Laut dalam rangka Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wulayah Provinsi Sumatra Utara yang disepakati bersama pada Selasa (07/05) di Aula Catur Prasetya Lantai IV Polda Sumut.

Baca juga: Bea Cukai Kampanyekan Gempur Rokok Ilegal

Kepala Badan Narkotika Nasional Sumatra Utara Brigjen Atrial juga menyatakan saat ini beredar lebih kurang 803 jenis narkotika jenis baru hasil dari penelitian United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), dan termasuk sudah beredar di Indonesia ada 72 jenis.

"Sumatra Utara berada di urutan ke 2 dengan jumlah 256.000 jiwa masyarakatnya terpapar narkotika termasuk yang kecanduan dan coba pakai," jelas Atrial.

Total seluruh masyarakat Indonesia yang sudah terkontaminasi narkotika sejumlah 3,7 juta jiwa. Hal ini berdasarkan survei prevalensi yang dilaksanakan BNN dengan Pusat Penelitian Kesehatan (Puslitkes) Universitas Indonesia pada tahun 2017.

Atrial mengajak seluruh yang hadir dan komunitas Bandara Kualanamu untuk bersama-sama menyatukan langkah berusaha memberantas narkotika khususnya di Sumatra Utara. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More