Jumat 24 Mei 2019, 04:00 WIB

Kemenangan yang Dijanjikan Allah

Quraish Shihab | TAFSIR AL-MISHBAH
Kemenangan yang Dijanjikan Allah

MI/SENO
Quraish Shihab

JIKA sebelumnya dikisahkan tentang kaum yang enggan mengikuti Rasulullah berperang, pembahasan tafsir Al Mishbah kali ini akan bercerita mengenai kaum yang ditinggalkan Rasul. Sebaliknya, mereka bersedia untuk ikut berperang dan ditakdirkan menghadapi kaum yang sangat kuat.

"Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal. Kamu akan diajak untuk memerangi kaum yang sangat kuat. Kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah. Jika kamu tidak patuhi ajakan itu, Allah akan memberikanmu pahala yang baik dan jika kamu berpaling, Allah akan memberikanmu siksaan yang pedih."

Begitulah firman Allah SWT dalam Surah Al-Fath ayat 16. Pada ayat selanjutnya, disebutkan bahwa Allah mengecualikan kaum mukmin yang sakit, uzur, buta, dan pincang untuk berperang.

Mereka tidak berdosa apabila tidak ikut berperang. Akan tetapi, Allah memperingatkan agar kaum mukmin itu taat kepada Allah dan Rasul dalam hal-hal yang tidak berkaitan dengan peperangan.

Allah akan memasukkan mereka ke surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dari ayat ini terlihat bahwa ajakan berjihad harus dilandasi ketulusan. Agama ialah ketulusan dan Tuhan tidak membebani seseorang melebihi kemampuannya.

Ayat selanjutnya mengisahkan bagaimana ridanya Allah kepada orang-orang yang telah bersedia setia kepada Muhammad SAW. Dikatakan,

"Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka dan menurunkan ketenangan pada mereka serta memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat waktunya."

Selain kemenangan, Allah juga menjanjikan kepada orang-orang mukmin, harta rampasan perang yang banyak yang dapat mereka ambil. Begitulah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana, seperti tertulis dalam Surah Al-Fath ayat 19.

Tak berhenti di sana, kemenangan demi kemenangan di peperangan selanjutnya pun dijanjikan Allah kepada kaum mukmin. Allah telah menentukannya dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Atas kehendak Allah, orang-orang kafir dapat dikalahkan. "Dan seandainya orang-orang kafir akan memerangi kamu, mereka akan lari (kalah) dan mereka tidak akan mendapat pelindung atau penolong."

Kesimpulannya, jihad wajib dalam konteks membela negara dan agama dari musuh. Namun, jihad di masa saat ini ialah berbuat baik dan berperilaku dengan mengaitkannya kepada Allah SWT.

Jihad selalu harus ada, paling tidak melawan hawa nafsu. Dalam konteks jihad mengangkat senjata, Allah mengizinkan orang-orang yang sudah uzur, orang sakit, dan orang lemah fisik untuk tidak ikut.

Mereka, sahabat-sahabat Rasullah SAW yang bersedia setia dalam perjanjian Hudaibiah dan ikut berperang bersama Nabi Muhammad, telah mendapat rida Allah SWT. Allah juga menjanjikan turunnya sakinah (ketenangan hati) bagi orang-orang yang menerima dengan baik ketetapan Allah walaupun pada mulanya hatinya bergejolak. (Ind/H-3)

 

Baca Juga

MI/Seno

Perumpamaan Surga dan Neraka

👤Quraish Shihab 🕔Minggu 10 Mei 2020, 07:30 WIB
PEMBAHASAN Tafsir Al-Mishbah kali ini masih melanjutkan Surah...
MI

Bersegeralah Menuju Allah

👤Quraish Shihab 🕔Senin 03 Juni 2019, 23:20 WIB
AYAT sebelumnya sudah diterangkan tentang wujud-wujud keesaan Allah di bumi, dalam diri...
MI/Seno

Rezeki dari Allah bagi yang Yakin

👤Quraish Shihab 🕔Minggu 02 Juni 2019, 22:20 WIB
PEMBAHASAN Tafsir Al Mishbah dilanjutkan dengan Surah Az Zariyat ayat...

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Kamis, 28 Mei 2020 / Ramadan 1441 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More