Terkendala Politik, Piala Dunia Qatar 2022 Tetap Diikuti 32 Tim

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Kamis, 23 Mei 2019, 19:01 WIB Sepak Bola
Terkendala Politik, Piala Dunia Qatar 2022 Tetap Diikuti 32 Tim

Dok.MI
Ilustrasi

FIFA memutuskan rencana penambahan peserta Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi 48 tim batal karena terkendala tempat dan situasi politik. Dengan begitu jumlah negara yang akan mengikuti ajang tertinggi sepakbola ini kmbali pada formasi sedia kala yakni 32 tim.

Pengumuman keputusan akhir akan dilakukan pada Kongres FIFA bulan depan di Paris menjelang Piala Dunia wanita yang berlangsung di Perancis antara 7 Juni dan 7 Juli.

Presiden FIFA, Gianni Infantino menyatakan Piala Dunia yang akan dihelat 3 tahun ke depan bisa menggunakan format baru dengan penambahan jumlah peserta menjadi 48. Namun setelah dianalisa lebih dalam akhirnya keinginan itu gagal akibat kondisi politik yang tidak memungkinkan.

Baca juga: Piala Dunia 2022 Berpotensi Memperuncing Konflik Teluk Arab

Qatar selaku tuan rumah butuh bantuan negara lain untuk menyediakan tempat pertandingan karena 48 tim tak bisa dilaksanakan hanya satu negara. Namun tetangga Qatar tidak ada yang mau membantu akibat perbedaan pandangan politik.

FIFA mengatakan telah meninggalkan rencana tersebut dan akan dilakukan pada Piala Dunia berikutnya. "(Turnamen) akan tetap seperti yang direncanakan semula dengan 32 tim dan tidak ada proposal yang akan diajukan pada Kongres FIFA berikutnya pada 5 Juni," kata FIFA dalam sebuah pernyataan resmi. Dilansir dari Agence France Presse. Kamis (23/5).

Perluasan itu adalah proyek kesayangan Infantino dan ia pun sangat mendorong gagasan itu. Namun blokade negara-negara tetangga Qatar menggagalkan gagasan itu. Padahal jika format berubah maka pemasukan akan bertambah.

Arab Saudi, UEA, Mesir, dan Bahrain memutuskan semua hubungan dengan Qatar pada Juni 2017, menuduh Doha mendukung Iran dan kelompok-kelompok Islam. Qatar dengan keras menyangkal tuduhan itu dan mengatakan Arab Saudi dan sekutunya bertujuan untuk memicu perubahan pemerintah di emirat, pengekspor gas alam cair terbesar di dunia.

Sementara itu Kuwait dan Oman belum memihak krisis. Namun, Oman mengatakan pada bulan April itu tidak siap untuk menjadi tuan rumah pertandingan.

Padahal Piala Dunia Qatar dengan 48 tim akan menghasilkan antara USD300- 400 juta (265-354 juta euro) dari penghasilan tambahan. Khususnya FIFA akan mendapatkan tambahan USD120 juta dalam hak siar TV, USD 150 juta dalam hak pemasaran dan USD 90 juta dari penjualan tiket.

"Keterlibatan negara-negara ini dalam penyelenggaraan turnamen bersama dengan Qatar menyiratkan pencabutan blokade ini, khususnya pencabutan pembatasan pergerakan orang dan barang," kata sebuah studi kelayakan yang diajukan ke Kongres FIFA Maret di Miami.

Dengan kegagalan ini maka rencana bookot dari klub-klub asal Eropa pun kemungkinan besar batal. Sebelumnya kub-klub sepak bola top Eropa menolak format baru Piala Dunia yang didorong Infantino dan tidak akan mengikuti pesta sepakbola sejagat itu. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More