Jumat 24 Mei 2019, 10:00 WIB

Agar Anak-Anak tidak Digigit Anjing

Abdillah Marzuqi | Weekend
Agar Anak-Anak tidak Digigit Anjing

MI/Adam Dwi
Arena taman bermain anjing PAWS Dog Dream Park di Gading Walk, Mal Kelapa Gading.

PENELITI dari Ohio State University College of Medicine dan Ohio State University Wexner Medical Center mempelajari kasus trauma wajah akibat gigitan anjing dalam kurun 15 tahun. Data penelitian didapat dari Nationwide Children's Hospital dan University of Virginia Health System.

Mereka meneliti secara khusus melihat bagaimana ras anjing berhubungan dengan frekuensi gigitan dan keparahan gigitan. Telah disimpulkan, anjing jenis pit bull dan ras anjing campuran memiliki dampak gigitan paling tinggi. Gigitan itu bisa menyebabkan kerusakan besar. Hal yang sama juga berlaku bagi anjing dengan kepala lebar dan tubuh pendek dengan berat antara 30 hingga 45 kilogram.

Mereka melihat dampak gigitan secara umum meliputi ukuran luka, robekan jaringan, dan patah tulang. Mereka juga memperhatikan dampak khusus seperti cedera parah yang memerlukan perawatan bedah rekonstruksi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit terdapat 4,7juta korban gigitan anjing di Amerika Serikat setiap tahunnya. 20% diantaranya memerlukan perawatan medis. Sebagian besar dari korban yang butuh perawataan medis adalah anak-anak usia 5-9 tahun.
"Anak-anak kecil sangat rentan terhadap gigitan anjing karena mereka mungkin tidak melihat tanda-tanda halus bahwa anjing dapat menggigit," ujar peneliti lain Dr. Charles Elmaraghy.

Banyak faktor
Anjing menggigit disebabkan banyak faktor, bisa dari sifat alami anjing, perilaku korban, dan perilaku pemilik anjing. Orang tua harus bijak dalam hal ini. "Jadilah panutan untuk anak. Hindari interaksi yang konfrontatif atau berisiko, seperti membentak, memukul, melemparkan perabot, dan mengambil barang secara paksa. Sebab itu bisa memicu respons agresif," ujar salah peneliti Meghan Herron. Herron lalu menawarkan beberapa kiat untuk pemilik anjing untuk meminimalisir risiko anak digigit anjing.
 
Sebagian besar anak digigit ketika anjing sedang beristirahat dan anak mendekat. Jauhkan tempat istirahat anjing peliharaan dari anak-anak berlari dan bermain.

Banyak gigitan pada anak terjadi bahkan ketika orang dewasa ada di dalam ruangan. Buat penghalang fisik antara anjing dan anak, apalagi balita. Sebab balita punya perilaku yang tidak menentu, tidak terduga, atau menakutkan bagi seekor anjing. Ajari anak-anak untuk tidak mengganggu anjing beristirahat. Hindarkan anak berinteraksi dengan anjing yang sedang makan. Biasakan anak untuk mencari orang dewasa terlebih dahulu ketika anjing mengambil salah satu mainan atau makanan ringan mereka. Anak tidak disarankan untuk merebut langsung dari anjing. (M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More