Mahfud Minta Elite Politik Menahan Diri

Penulis: M. Ilham Ramadhan Avisena Pada: Kamis, 23 Mei 2019, 17:24 WIB Politik dan Hukum
Mahfud Minta Elite Politik Menahan Diri

Antara Foto/Dhemas Reviyanto
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD

GERAKAN Suluh Kebangsaan yang diketuai oleh Mahfud MD meminta kepada seluruh elite politik untuk menahan diri dari ucapan provokatif, serta turut aktif meredakan ketegangan yang telah ataupun sedang terjadi di masyarakat.

Selain itu, gerakan ini juga meminta agar masyarakat mau menghentikan tindakan vandal dan provokasi yang meresahkan dan menghilangkan rasa aman dalam tiap sendi kehidupan bermasyarakat.

Gerakan yang berisikan tokoh bangsa ini juga secara penuh memberikan dukungan kepada aparat keamanan. "Mendukung tindakan aparat keamanan untuk bertindak tegas sesuai ketentuan perundangan yang berlaku dalam menghadapi perusuh untuk memulihkan ketertiban dan keamanan bagi masyarakat," kata Mahfud dalam konferensi pers di Century Park Hotel, Jakarta, Kamis (23/5).

Baca juga: Kontras Minta Elit Politik Hentikan Memprovokasi Massa

Pernyataan itu terlontar lantaran menyikapi adanya gejolak massa dalam dua hari kebelakang. Aksi penolakan hasil Pilpres 2019 yang dilakukan oleh pendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo - Sandi disinyalir disusupi oleh perusuh.

Perusuh itu mulai memprovokasi massa yang sebelumnya melakukan aksi damai, sehingga bentrokkan dengan aparat pun tidak terelakkan. "Aksi itu tidak bisa diterima klaimnya, itu banyak preman yang jadi provokator, sekitar 250 preman provokator itu sudah ditangkap. Kita berharap, penyelesaian kasus ini tetap melalui jalur hukum, dan aparat melakukan tindakan yang terukur," jelas Mahfud.

Sementara itu, mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Alwi Shihab, menyayangkan atas peristiwa yang terjadi pada dua hari kebelakang. Terlebih peristiwa tidak mengenakkan itu diberitakan pula oleh media asing.

"Sebelum adanya demo, kita dengar beberapa elite yang menganjurkan demo bahkan lebih dari pada demo, sekarang kita lihat, anjuran itu tidak membawa manfaat bagi bangsa kita," terang Alwi.

Lebih jauh, ia juga mengimbau kepada seluruh habib dan ulama untuk terus menyiarkan hal-hal baik yang memberikan kesejukkan di masyarakat dan bukan sebaliknya. Itu ditujukan agar tidak lagi ada perselisihan yang terjadi di tengah masyarakat ke depannya.

Dalam hal ini, menurutnya peranan habib dan ulama ialah sebagai penetralisir, "berikan kesejukkan, perdamaian kepada mereka yang masih emosiaonal untuk meredakannya," tukasnya.

Apresisasi harus diberikan kepada aparat dalam menjaga keamanaan pada saat aksi massa kemarin, setidaknya itu poin yang ditekankan oleh Rohaniawan dsn Budayawan Franz Magnis Suseno.

"Dalam keadaan terdesak, mereka (aparat) membawa diri dengan baik, yang ditangani dalam 36 jam terakhir. Saya juga mengapresiasi sikap masyarakat, puluhan juga yang memilih paslon 02 01 membawa diri dengan amat bagus dan demokratis, dimana di jakarta masyarakatnya tenang, menerima dengan baik," kata Magnis.

Ia juga mengapresiasi langkah Prabowo untuk memutuskan mengambil jalur hukum yang sah,

"Saya apresiasi bahwa prabowo disaat terakhir bersedia mengambil jalan yang berlaku di negara kita, karena bila diluar hukum itu mudah ditunggangi oleh pihak lain. Dengan demikian pemilihan ini akan diselesaikan secara wajar," tandasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More