Menkeu: Investor dan Pelaku Ekonomi Masih Optimis

Penulis: Nur Aivanni Pada: Kamis, 23 Mei 2019, 15:19 WIB Ekonomi
Menkeu: Investor dan Pelaku Ekonomi Masih Optimis

ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa dunia usaha sudah memahami dan mengantisipasi terhadap pengumuman pemenang Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Meskipun ada aksi yang terjadi paska pengumuman tersebut, ia meyakini bahwa dunia usaha masih percaya bahwa perekonomian Indonesia masih tetap baik.

"Seluruh investor, pelaku ekonomi, sebetulnya sudah memahami bahwa pengumuman KPU dan pemenang itu melalui berbagai macam indikator, mereka sudah antisipasi. Jadi, tidak ada yang disebut element of surprise mengenai itu," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/5).

Ucapan selamat yang diberikan oleh para kepala negara kepada pemenang Pilpres 2019, kata Sri Mulyani, itu menggambarkan bahwa mereka percaya terhadap penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Baca juga: Pascaaksi 22 Mei, IHSG Kembali ke Zona Hijau

Bahkan, acara buka puasa yang digelar Apindo kemarin (22/5), kata Sri Mulyani, adalah bentuk kepercayaan bahwa ekonomi Indonesia paska pengumuman Pilpres 2019 adalah tetap baik.

"Saya rasa itu adalah pandangan yang benar dan harus tetap dipertahankan karena kita percaya bahwa aparat penegak hukum akan bisa menangani sesuai peraturan perundang-undangan yang mengatur kita semua di Republik ini," kata Sri Mulyani.

Adapun terkait nilai tukar Rupiah yang beberapa waktu belakangan ini mengalami tekanan, disampaikannya, itu lebih disebabkan oleh faktor eksternal. Yaitu, tindakan dari pemerintah Amerika Serikat yang akan menaikkan tarif impor komoditas dari Tiongkok.

"Seluruh policy maker tidak mengantisipasi perubahan yang sangat drastis itu.

Sinyal itu memang membuat seluruh pasar saham dan pasar obligasi di seluruh dunia termasuk nilai tukar terpengaruh," pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More