HMI Dukung TNI-Polri Jaga Stabilitas Negara

Penulis: Usman Afandi Pada: Kamis, 23 Mei 2019, 10:51 WIB Nusantara
HMI Dukung TNI-Polri Jaga Stabilitas Negara

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Sejumlah polisi berdoa bersama ketika tokoh masyarakat setempat menemui mereka di sela-sela terjadinya kericuhan dalam Aksi 22 Mei

WASEKJEN PB HMI Robert Sihab mengimbau kepada masyarakat dan seluruh kader HMI di lingkup Badko Jatim tidak terpengaruh provokasi atas isu-isu elite politik. Pihaknya juga mendukung penuh upaya Polri dan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan negara.

Robert menyebut beberapa hari ini, Indonesia dihadrikan suhan aksi massa yang tidak sesuai dengan substansi demokrasi. Massa di depan Bawaslu RI menyatakan ketidakpuasan dari keputusan KPU karena dinilai terdapat kecurangan.

"Bernegara itu berkonstitusi, harusnya ada cara ditempuh melalui jalur hukum. Ketika ada persoalan jangan memperkeruh situasi dengan melakukan tindakan yang tidak mencerminkan nilai luhur Indonesia. Berdemokrasi itu menjaga kesejahteraan dan keberlangsungan sosial kemasyarakatan," ujar Robert Sihab saat diwawancarai pada acara buka puasa bersama Kapolres Jember dan wartawan, Rabu (22/5).

Baca juga: Bamsoet: HMI dan KAHMI Benteng Penjaga Kedaulatan NKRI

Robert pun mendukung penuh upaya polri dan TNI sebagai aparat negara yang mengatur jalannya demokrasi. Jika ada keputusan yang tidak sesuai, maka ada prosedur dan mekanisme melalui jalur hukum yang sudah ditetapkan

Ia berharap kepada seluruh kader dilingkup Badko HMI Jawa Timur serta masyarakat Indonesia tidak terpengaruh provokasi atas isu-isu elite politik yang tidak menerima hasil keputusan rekapitulasi KPU RI Pilpres 2019 dengan menetapkan pasangan calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang 55,50% dari paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan raihan suara 44,50%.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More