KPI Minta Pemberitaan Harus Redakan Suasana

Penulis: Denny Parsaulian Sinaga Pada: Kamis, 23 Mei 2019, 10:12 WIB Politik dan Hukum
KPI Minta Pemberitaan Harus Redakan Suasana

ANTARA FOTO/Indrianto Eko
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR

KOMISI Penyiaran Indonesia (KPI) meminta seluruh lembaga penyiaran tidak menyiarkan tayangan bermuatan kekerasaan dalam liputan unjuk rasa terkait penetapan hasil pemilu 2019 atau yang dapat mengarah pada tindakan provokatif.

Dalam penyampaian berita, lembaga penyiaran harus senantiasa berpedoman pada P3SPS yaitu akurat, adil, berimbang, tidak berpihak, tidak beritikad buruk, tidak menghasut dan menyesatkan, tidak mencampuradukkan fakta dan opini pribadi, tidak menonjolkan unsur kekerasan, tidak mempertentangkan SARA, serta tidak membuat berita bohong.

"Situasi saat ini harus disikapi lembaga penyiaran dengan memberi informasi positif dan menyejukan," kata Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis di Kantor KPI Pusat, Rabu (22/5).

Baca juga: Komnas Perempuan: Pemberitaan Korban Prostitusi Daring Berlebihan

Permintaan itu telah disampaikan KPI secara langsung kepada seluruh pemimpin redaksi pemberitaan di lembaga penyiaran. Lembaga penyiaran, lanjut Yuliandre, memiliki tanggung jawab menjaga keutuhan bangsa dan rasa aman masyarakat dengan pemberitaan yang proporsional.

“Pemberitaan tentang unjuk rasa diharapkan tidak difokuskan pada konflik yang terjadi di lapangan dan menimbulkan persepsi heroik, karena penyampaian aspirasi melalui unjuk rasa merupakan hak warga negara tetapi harus tetap berada pada koridor UU dan tidak menimbulkan gangguan pada warga negara lainnya,” terangnya.

KPI juga meminta Lembaga Penyiaran untuk menginformasikan berita yang mengarah pada kondisi pemulihan konflik dan mengedepankan nilai kesatuan dan persatuan bangsa. Porsi pemberitaan diharapkan lebih pada penyampaian informasi dengan narasumber dari pihak keamanan dan tokoh-tokoh dengan imbauan menyejukkan dan konstruktif.

Pihaknya pun memberi apresiasi kepada Lembaga Penyiaran yang telah menjalankan fungsi kontrol sekaligus perekat sosial melalui penyampaian informasi yang kredibel sebagai penyeimbang informasi yang beredar melalui sosial media, baik dalam bentuk live broadcast, video yang direkam dengan mempergunakan gawai, maupun deskrispi narasi yang cenderung tendensius.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More