Pascapemilu, Bupati Klaten Ajak Masyarakat Kembali Bersatu

Penulis: Djoko Sardjono Pada: Kamis, 23 Mei 2019, 11:00 WIB Nusantara
Pascapemilu, Bupati Klaten Ajak Masyarakat Kembali Bersatu

MI/Djoko Sardjono
Bupati Klaten Sri Mulyani

BUPATI Klaten Sri Mulyani mengajak seluruh warga masyarakat untuk kembali bersatu pascapemilu 17 April, guna mewujudkan kabupaten yang aman, nyaman dan tertib.

Terkait hasil pemilu yang telah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 21 Mei lalu, apabila ada sengketa agar diselesaikan melalui jalur hukum dalam hal ini Mahkamah Konstitusi.

Hal itu dikemukakan Bupati Sri Mulyani pada acara buka puasa bersama insan pers dan masyarakat di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Kelurahan Tonggalan, Klaten, Rabu (22/5) petang.

"Mari kita doakan semoga bangsa dan negara Indonesia tetap aman, nyaman dan tertib sehingga seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar demi kesejahteraan rakyat," kata Bupati Sri.

Baca juga: Kapolres Klaten Jamin Wilayahnya Aman Pada 22 Mei

Masyarakat, khususnya umat Islam, di Kabupaten Klaten juga diajak untuk mengisi bulan suci Ramadan 1440 H dengan berbagai kegiatan ibadah serta memperbanyak sedekah.

Sri Mulyani pun meminta kepada pihak Kelurahan Tonggalan untuk menata kembali Kampung Ramadan Masjid Mlinjon yang sudah berdiri sejak beberapa tahun lalu.

Untuk itu, Pemkab Klaten akan membantu penataan trotoar untuk lapak pedagang. Sehingga, keberadaan Kampung Ramadan Masjid Mlinjon bisa menjadi salah satu ikon di Klaten.

Lurah Tonggalan Harwadi menyebutkan ada sekitar 100 pedagang di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon. Mereka berjualan aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

Acara buka bersama di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon juga dihadiri Sekretaris Daerah Jaka Sawaldi serta sejumlah pejabat Pemkab Klaten.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More