Rabu 22 Mei 2019, 22:00 WIB

China Eastern Minta Ganti Rugi dari Boeing

(AFP/Yan/I-1) | Internasional
China Eastern Minta Ganti Rugi dari Boeing

Jason Redmond / AFP
Logo Boeing

 

CHINA Eastern Airlines telah mengajukan klaim untuk meminta kompensasi dari Boeing atas grounded dan pengiriman 737 MAX yang tertunda setelah dua kecelakaan mematikan. Demikian seorang juru bicara maskapai saat dimintai konfirmasi, Rabu (22/5).

Kantor Berita Xinhua yang dikelola pemerintah melaporkan klaim kompensasi sebelumnya diajukan pada Rabu, tetapi tidak memberikan rincian keuangan atau lainnya.

Seorang juru bicara China Eastern Airlines mengonfirmasi laporan itu, tetapi menolak berkomentar.

Pada 11 Maret, Tiongkok menjadi negara pertama yang memerintahkan armada udara domestiknya untuk menggrounded pesawat sebagai akibat dari dua tragedi 737 MAX.

Sehari sebelumnya, sebuah pesawat Ethiopian Airlines 737 MAX jatuh beberapa menit setelah lepas landas di Addis Ababa. Kecelakaan itu menewaskan semua 157 orang di dalamnya, termasuk delapan warga Tiongkok.

Sebelumnya pada Oktober Lion Air 737 MAX jatuh tak lama setelah lepas landas dari Jakarta. Peristiwa ini menewaskan semua 189 orang di dalamnya. “China Eastern mengatakan bahwa meng-grounded pesawat Boeing 737 MAX 8 telah mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan, dan kerugian masih terus bertambah”, lapor Xinhua.

Dikatakan Xinhua, maskapai menolak untuk mengungkapkan rincian surat klaim yang dikirim ke Boeing.

Maskapai yang berbasis di Shanghai itu telah meng-grounded 14 pesawat MAX. Sementara raksasa penerbangan AS mengingatkan risiko keselamatan.

Di sisi lain, seorang perempuan Prancis mengajukan gugatan kepada Boeing dan meminta ganti rugi sedikitnya US$276 juta. Gugatan itu dilayangkan karena suaminya menjadi korban dalam kecelakaan Ethiopian Airlines, yang melibatkan Boeing 737 Max pada Maret lalu.

Gugatan atas nama Nadege Dubois-Seex telah diajukan di Pengadilan Distrik AS di Chicago. Suaminya, Jonathan Seex adalah warga Swedia dan Kenya, serta merupakan CEO grup perusahaan Tamarind.

Pengacara penggugat, A Nomaan Husain mengatakan, kliennya meminta ganti rugi 276 juta dolar AS. “Kami telah belajar Boeing mengandalkan satu sensor yang sebelumnya telah ditandai di lebih dari 200 laporan kejadian yang diserahkan ke FAA,” kata Husain, kemarin. (AFP/Yan/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More