Haram Hukumnya Bertindak Anarkistis saat Bulan Ramadan

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Rabu, 22 Mei 2019, 20:04 WIB Politik dan Hukum
Haram Hukumnya Bertindak Anarkistis saat Bulan Ramadan

AFP
Polisi melepaskan gas air mata untuk mengatasi aksi anarkistis massa di depan Kantor Bawaslu, Rabu (22/3) malam.

KOMISI Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan semua pihak untuk menahan diri serta mewaspadai provokator yang memicu tindak kekerasan dan perilaku anarkistis serta mencederai kesucian bulan Ramadan.

"Bulan Ramadan bulan suci. Setiap muslim wajib memelihara kesucian Ramadan. Tindakan anarkistis yang dilakukan akan mencederai kesucian Ramadan. Itu hukumnya haram," ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Sholeh usai rapat pleno Komisi Fatwa MUI di Jakarta, Rabu (22/5).

Baca juga: Media Group Adakan Lomba Memanah

Ia menuturkan rapat pleno Komisi Fatwa MUI salah satunya membahas tentang kondisi sosial terakhir yang dinilai menodai bulan suci.

Atas dasar itu, Komisi Fatwa MUI mengimbau masyarakat terus menjaga kondusivitas dan kedamaian. Dalam menyampaikan aspirasi, lanjut Asrorun, harus dilakukan dengan santun serta dalam koridor hukum.

Komisi Fatwa MUI juga mengimbau aparat penegak hukum untuk melakukan langkah persuasif dalam menghadapi masyarakat yang menyampaikan aspirasi serta melakukan langkah hukum dengan tidak memberikan toleransi terhadap pelaku kekerasan dan anarkis.

Rapat Pleno Komisi Fatwa dipimpin oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanudin serta dihadiri oleh pimpinan dan anggota Komisi Fatwa MUI. Hadir juga Huzaimah T. Yanggo dan Sutarmadi. (Ind/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More