Rabu 22 Mei 2019, 18:42 WIB

Kapolri: Setelah Peserta Aksi Pulang, Perusuh Bertahan

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Kapolri: Setelah Peserta Aksi Pulang, Perusuh Bertahan

MI/Adam Dwi Putra
Menko Polhukam Wiranto didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan).

 

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian menegaskan insiden yang terjadi pada Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) dini hari di depan Kantor Bawaslu RI, Jakarta, merupakan skenario yang dilancarkan para perusuh dan bukan peserta demonstrasi. Puluhan perusuh yang berhasil ditangkap itu ingin menciptakan kemarahan publik dan memusuhi pemerintah.

"Tolong dibedakan betul peristiwa tadi malam (hingga dini hari tadi). Penanganan aksi unjuk rasa dilakukan damai dan oleh orang-orang yang bisa diajak bicara, kooperatif. Namun, selesai jam 21.00 (Selasa, 21/5), mereka adalah perusuh, melakukan aksi kriminal," ujar Tito di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5).

Baca juga: Tiga Orang Dan Ambulans Partai Gerindra Ditahan

Ia berharap pembubaran aksi damai di depan Kantor Bawaslu RI tidak disalahartikan bahwa aparat keamanan telah melakukan langkah-langkah reaktif dan represif. Menurut dia, setelah peserta aksi pulang, puluhan orang yang ternyata perusuh justru bertahan dan melakukan provokasi.

"Peristiwa di atas jam 23.00 sampai pagi bukan lagi dilakukan oleh peserta aksi damai, tapi kelompok yang sengaja menyerang dan membuat kerusuhan. Maka itu dilakukan langkah-langkah sesuai SOP (prosedur operasional standar)," tegasnya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menambahkan, para perusuh itu mayoritas berasal dari luar Jakarta. Mereka dibayar untuk melakukan tindakan anarkistis. Itu dibuktikan dengan temuan puluhan amplop dengan total Rp6 juta yang dipegang massa.

"Jadi peristiwa bukan spontan tapi by design. Diduga ini massa settingan, massa bayaran untuk menciptakan rusuh," pungkasnya. (Gol/A-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More