Rabu 22 Mei 2019, 17:44 WIB

Kalbe Farma Garap Produk untuk Pasien Gagal Ginjal

Atalya Puspa | Ekonomi
Kalbe Farma Garap Produk untuk Pasien Gagal Ginjal

Antara
Presiden Jokowi (kiri) mendapat penjelasan dari Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius.

 

PT Kalbe Farma menyiapkan teknologi baru untuk meracik produk dalam negeri serta meningkatkan penggunaan raw materials (bahan mentah) dalam negeri. Pihaknya bekerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok, Shandong Kexin, dan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine.

"Tahun ini, kita ada produk namanya Hemapo. Produk ini bisa dipakai oleh pasien yang gagal ginjal, kemoterapi bisa membantu untuk meningkatkan sel darah merah," terang Presiden Direktur PT Kalbe Farma, Vidjongtius, di Jakarta Timur, Rabu (22/5).

Baca juga: Mustika Ratu Rambah Pasar Ekspor Kanada

Vidjongtius menambahkan pihaknya juga bekerja sama dengan perusahaan Gam And Lee untuk memproduksi insulin dalam negeri. Insulin merupakan obat untuk penderita diabetes yang selama ini ketersediaannya masih mengandalkan ekspor.

"Ini mudah-mudahan tahun ini jadi. Atau paling lambat 2020 hingga 2021," tukasnya.

Di sisi lain, PT Kalbe Farma Tbk menganggarkan dana belanja modal sebesar Rp500 miliar dari total belanja modal yang berjumlah Rp1 triliun-Rp2 triliun untuk menunjang inovasi dan teknologi. Hal tersebut merupakan upaya perseroan untuk senantiasa menghadirkan produk yang berkualitas dengan inovasi tinggi.

"Menyongsong era digitalisasi kita harus inovasi dan investasi di bidang biotek," kata Direktur dan Sekretaris PT Kalbe Farma, Bernadus Karmin Winata.

Bernadus menyatakan, di tengah persaingan pasar di bidang farmasi, pihaknya merasa perlu merancang ide inovatif untuk memenangkan kompetisi pasar.

Untuk diketahui juga, PT Kalbe Farma menargetkan pertumbuhan ekspor ke angka 10% pada 3 hingga 5 tahun ke depan. Angka tersebut meningkat 4% dibanding kontribusi ekspor perseroan selama ini yang berada di kisaran 5% hingga 6%. (Ata/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More