Ricuh Tanah Abang, Pedagang Pasar Kehilangan Potensi Rp200 Miliar

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Rabu, 22 Mei 2019, 16:33 WIB Megapolitan
Ricuh Tanah Abang, Pedagang Pasar Kehilangan Potensi Rp200 Miliar

MI/Susanto
Warga di sekitar kericuhan di kawasan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/9).

PD Pasar Jaya telah menutup Pasar Tanah Abang akibat penutupan akses untuk mengantisipasi kericuhan.

Akibat penutupan tersebut, pedagang diperkirakan merugi Rp200 miliar. Nilai tersebut merupakan potensi transaksi yang terjadi per hari di Tanah Abang.

"Bicara nilai transaksi yang hilang di Tanah Abang itu per hari bisa Rp200 miliar yang terdiri dari transaksi virtual dan transaksi dari para pengunjung," kata Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasruddin ketika dihubungi, Rabu (22/5).

Meski berdekatan dengan lokasi massa, Arief menambahkan tidak ada bangunan Pasar Tanah Abang yang rusak.

Pihaknya menegaskan penutupan Pasar Tanah Abang bukan sengaja dilakukan oleh PD Pasar Jaya tetapi terpaksa karena kondisi.

Sejak Rabu dini hari hingga sore ini akses ke Pasar Tanah Abang baik Blok A-B, hingga Blok F dan Blok G ditutup akibat adanya massa yang menyemut di Jalan Fachrudin, Jalan Wahid Hasyim, dan Jalan Cideng Barat.

"Bukan kita ingin menutup. Dari sisi pedagang masih mau buka. Tapi kan bagaimana kalau akses ditutup. Ya sudah sekalian menghindari kerumunan juga," tegasnya.

Baca juga: Usai Ricuh Aksi Demo, Pasar Tanah Abang Masih Tutup

Di samping Pasar Tanah Abang, Arief mengonfirmasi ada pasar-pasar lain yang terpaksa tutup yakni Pasar Cideng Tomas dan Pasar Glodok. Sementara itu, pasar-pasar lain masih beroperasi normal.

"Ya kami masih memantau terus 24 jam. Pasar-pasar lain tidak tutup," ujarnya. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More