PLN NTT Bangun Jaringan Listrik di 84 Desa

Penulis: Palce Amalo Pada: Rabu, 22 Mei 2019, 14:20 WIB Nusantara
PLN NTT Bangun Jaringan Listrik di 84 Desa

Antara
PT PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur membangun jaringan listrik di 84 desa selama 2019, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi.

PT PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur membangun jaringan listrik di 84 desa selama 2019, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di daerah itu.Saat ini rasio elektrifikasi di NTT terendah di Indonesia yakni 63%. Puluhan desa tersebut tersebar di berbagai kabupaten di Pulau Flores, Timor, dan Sumba. Di Flores terdapat 51 paket pekerjaan dan sisanya 33 paket pekerjaan di Timor dan Sumba.

General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NTT, Ignatius Rendroyoko mengatakan kontrak pekerjaan pembangunan jaringan listrik sudah ditandatangani.

"Jika seluruh pekerjaan berjalan lancar, masyarakat di 84 desa itu akan segera menikmati listrik," kata General Manager PLN UIW NTT, Ignatius Rendroyoko kepada wartawan di Kupang, Rabu (22/5).

Pembangunan jaringan listrik di 84 desa itu merupakan tahap pertama. Pasalnya di Flores, terdapat 256 desa baru yang belum berlistrik. Sedangkan di Timor dan Sumba terdapat 247 desa baru yang belum berlistrik. Untuk memperlancar dan mempercepat pembangunan jaringan distribusi ke desa-desa baru tersebut, sangat bergantung pada kerja sama masyarakat dan aparat desa masing-masing.

"Misalnya masyarakat bekerja sama merelakan penebangan pohon-pohon yang dilewati jaringan listrik. Atau mengizinkan lokasi untuk menanamkan tiang listrik," ujarnya.

baca juga: Doncic dan Young Pimpin Tim Rookie NBA

Rendroyoko juga minta ada sinergi antara perangkat pamerintah kabupaten sampai desa untuk kelancaran pembangunan listrik desa.

"Mengingat PLN harus kerja cepat karena masyarakat sudah lama merindukan kehadiran listrik PLN. Apalagi infrastruktur jalan menuju lokasi desa tersebut cukup menantang, tidak semudah jalan-jalan di kota," katanya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More