Rabu 22 Mei 2019, 14:00 WIB

Jembatan Gantung Kian Rai Ikun Mudahkan Mobilitas Warga

Andhika Prasetyo | Nusantara
Jembatan Gantung Kian Rai Ikun Mudahkan Mobilitas Warga

Dok Kemen PU-PERA
Jembatan Gantung Kian Rai Ikun

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) melalui Balai Pelaksana Jalan X Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi NTT Ditjen Bina Marga baru saja menyelesaikan pembangunan Jembatan Gantung Kian Rai Ikun yang terletak di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jembatan sepanjang 84 meter itu menghubungkan Desa Tialai dengan Desa Naekasa yang dipisahkan Sungai Talau.

Dulu, sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus memutar rute dengan jarak tujuh kilometer untuk bisa menyeberang.

Kondisi semakin berbahaya ketika musim hujan tiba dan air sungai meluap.

Marin Aplungi, salah seorang warga Desa Tialai, mengaku sangat senang karena sekarang, untuk menuju Desa Naekasa, tidak perlu lagi berjalan jauh. Waktu tempuh menjadi sangat cepat.

Baca juga: PUPR Upayakan Jembatan EMAS Babel Bisa Dilalui Saat Lebaran

Hal senada diutarakan Juan yang masih duduk di bangku SMP.

"Sekarang kalau ke sekolah lebih mudah. Dulu harus berangkat sangat pagi, sekarang tidak lagi," ucap Juan.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PU-Pera Endra Atmawidjaja mengungkapkan pembangunan jembatan merupakan bagian dari program Nawa Cita, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan.

"Ini adalah contoh infrastruktur kerakyatan. Yang bermanfaat langsung kepada masyarakat. Hadirnya jembatan ini akan mempermudah dan memperpendek akses masyarakat menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan sekedar untuk silaturahmi," ujar Endra melalui keterangan resmi, Rabu (22/5).

Jembatan Kian Rai Ikun hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Adapun daya tampung jembatan tersebut maksimal sebanyak 40 orang. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More