Mkhitaryan Tolak ke Baku, UEFA Tolak Disalahkan

Penulis: Gregorius Gelino Pada: Rabu, 22 Mei 2019, 12:30 WIB Sepak Bola
Mkhitaryan Tolak ke Baku, UEFA Tolak Disalahkan

AFP/Ian KINGTON
Henrik Mkhitaryan

ARSENAL dipastikan tidak akan diperkuat Henrikh Mkhitaryan dalam laga final Liga Europa yang berlangsung pada 30 Mei mendatang di Baku, Azerbaijan.

Micki, sapaan Mkhitaryan, memutuskan tidak ambil bagian karena negaranya, Armenia, memiliki konflik politis dengan Azerbaijan dan berpotensi mengancam nyawa seluruh pemain Arsenal jika dirinya memaksakan ikut ambil bagian.

Hal itu dianggap sebagai kegagalan UEFA dalam menjamin keselamatan pemain. Namun, UEFA membantah pihaknya gagal menjamin keselamatan sang Micki.

UEFA mengklaim pihaknya telah mendapat jaminan dari otoritas setempat tentang keselamatan Micki dan keputusannya untuk tidak ambil bagian di final nanti merupakan keputusan personal.

"Bekerja sama dengan Arsenal, UEFA mendapat jaminan keamanan pemain di Azerbaijan dari otoritas tertinggi di negara itu," bunyi pernyataan UEFA seperti dikutip dari Football London.

Baca juga: Cech Tegaskan Fokus ke Final Liga Europa

"Bentuk jaminan ini adalah rencana keamanan komprehensif telah dibuat dan diberikan kepada klub. Tapi, kami menghormati keputusan personal sang pemain untuk tidak ikut berangkat," lanjut pernyataan tersebut.

Sekjen Federasi Sepak Bola Azerbaijan (AFFA) Elkhan Mammadov ikut menjamin keselamatan Micki.

Menurutnya, keamanan pemain merupakan tanggung jawab penyelenggara dan pemain hanya perlu fokus bertanding.

"Pesan saya kepada Mkhitaryan adalah jika Anda seorang pesepak bola, Anda ingin bermain sepak bola? Pergilah ke Baku, Anda akan aman di sana. Jika Anda tidak ingin bertanding, itu persoalan lain," ucapnya. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More