Rabu 22 Mei 2019, 09:38 WIB

Bea Cukai Batam Amankan 1,7 Kg Sabu dari Dua Kali Penindakan

Mediaindonesia.com | Nusantara
Bea Cukai Batam Amankan 1,7 Kg Sabu dari Dua Kali Penindakan

Dok Bea Cukai
Bea Cukai Batam kembali berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika di Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (16/5).

 

PETUGAS Bea Cukai Batam kembali berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu dari dua penindakan yang dilakukan di hari yang sama pada Kamis (16/5) di Bandara Hang Nadim Batam. Dari dua penindakan tersebut, petugas berhasil mengamankan 1,7 Kg sabu.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata, mengungkapkan kronologi dua penindakan yang telah dilakukan petugas Bea Cukai Batam. Penindakan pertama dilakukan pada Kamis (16/5).

Baca juga: Bea Cukai-BNN Gagalkan Peredaran Narkotika di Pangkalpinang

“Petugas berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1,5 Kg yang rencananya akan diterbangkan ke Balikpapan,” ungkap Susila.

Sabu tersebut dibawa oleh seorang tersangka berinisial RG. Barang haram tesebut disembunyikan di dalam koper tersangka. Dari hasil pengujian sementara dengan NIK, diidentifikasikan barang tersebut merupakan Methamphetamine / Sabu.

“Terhadap tersangka dan barang bukti selanjutnya diserahkan ke Kepolisian Daerah Provinsi Kepulauan Riau untuk proses lebih lanjut,” ujar Susila.

Sebelumnya, di hari yang sama, petugas Bea Cukai juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 219gram yang akan diterbangkan ke Lombok. Sabu tersebut dibawa oleh tersangka berinisial H. Kejadian terjadi sekitar pukul 08.00 WIB dan petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Hang Nadim Batam mencurigai salah seorang penumpang di pemeriksaan barang dan penumpang (X-ray).

“Dari hasil pemeriksaan kedapatan 4 benda mencurigakan di dalam dubur yang diduga berupa sabu. Terhadap tersangka dan barang bukti selanjutnya diserahkan ke Kepolisian Daerah Provinsi Kepulauan Riau untuk proses lebih lanjut,” pungkas Susila. (RO/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More