Rabu 22 Mei 2019, 03:45 WIB

Allah Memberikan Kemenangan Nyata

Quraish Shihab | TAFSIR AL-MISHBAH
Allah Memberikan Kemenangan Nyata

MI/SENO
Quraish Shihab

PADA Surah Al-Fath ayat pertama ada kata Fatahna yang terambil dari kata fatah. Kata fatah atau (dikatakan) 'apa yang dibuka dan apa yang masuk bisa bermacam- macam'.

Hal itu antara lain pikirannya tertutup dan setelah dibuka masuklah pengetahuan. Makna-makna itu bisa dicakup oleh Innafatahna. "Kami telah membuka untukmu satu keterbukaan yang sangat jelas."

Ulama lantas membahas keterbukaan itu. Pendapat mereka bermacam-macam. Ada yang berkata, "Kemenangan Nabi memasuki Kota Mekah atau terbukanya hati orang-orang musyrik di Mekah sehingga pada akhirnya mereka berduyun-duyun masuk Islam. Ini yang dimaksud terbuka. Terbuka hati dan pikirannya."

Mari kita lihat pendapat yang paling populer, yakni Hudaibiyyah. Hudaibiyyah adalah tempat yang berjarak sekitar 22 kilometer dari Mekah. Pada tahun 6 Hijriah, Nabi Muhammad bersama 1.400 orang kaum muslimin berencana berangkat umrah dari Madinah.

Akan tetapi, rencana perjalanan beliau didengar kaum musyrik di Mekah dan mereka menghadang rombongan Nabi Muhammad sehingga Rasulullah tinggal di Hudaibiyah.

Kaum musyrik mengatakan, "Wahai Muhammad, kamu tidak boleh masuk."

Nabi menjawab, "Saya datang bukan untuk perang. Saya akan menziarahi".

Kemudian dilakukan perundingan dengan beberapa kesepakatan. Namun, kesepakatan dalam perjanjian tersebut oleh kaum muslimin dinilai merugikan Islam.

Hal itu antara lain orang musyrik dari Mekah yang datang ke Madinah untuk masuk Islam, harus dikembalikan lagi ke Mekah, sedangkan muslim dari Madinah yang masuk ke Mekah tidak boleh kembali ke Madinah.

Ketika perjanjian tersebut ditulis, Nabi Muhammad mendiktekannya kepada sahabat, Sayyidina Ali: "Tulis Bismillahirahmanirahim."

Akan tetapi, pemimpin musyrik menolak tulisan itu dan berkata: "Saya tidak setuju ada kata itu. Tulis dengan namamu wahai Tuhan dan tidak mau ada kata Rahman."

Nabi Muhammad menurutinya dan menghapus Bismillahirahmanirahim. Dalam perjanjian itu dituliskan bahwa itu ialah perjanjian antara Muhammad Rasulullah dan pemimpin kaum musyrik. Namun, kaum musyrik tidak mau ada kata Rasulullah sehingga dihapus lagi.

Kesimpulannya, tahun itu mereka boleh masuk ke Mekah, tetapi tidak boleh umrah. Umrah baru boleh dilakukan tahun depan.

Sayyidina Umar bertanya, "Apakah kita menerima hal-hal yang melecehkan kita?" Nabi Muhammad menjawab, "Saya Rasulullah, saya pesuruh Allah."

Ketika Nabi Muhammad mengatakan begitu, Sayyidina Umar yang begitu tegas pun luluh. Akan tetapi, hatinya tetap bergejolak karena disuruh pulang.

Ayat ini berkata, "Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang sangat jelas."  Lalu apakah Hudaybiyah? Tuhan menilai Hudaybiyah itu adalah kemenangan. (Sru/H-1)

 

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Rabu, 18 Sep 2019 / 13 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:25 WIB
Subuh : 04:35 WIB
Terbit : 05:51 WIB
Dhuha : 06:20 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 18:59 WIB

PERNIK

Read More