Presiden: Nuzulul Quran Bermakna Berlipat Ganda bagi Bangsa

Penulis: Antara Pada: Selasa, 21 Mei 2019, 22:00 WIB Humaniora
Presiden: Nuzulul Quran Bermakna Berlipat Ganda bagi Bangsa

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (tengah) menyapa santri yang hadir dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5/19).


PRESIDEN Joko Widodo mengatakan peringatan Nuzulul Quran (turunnya kitab suci Alquran) memiliki makna berlipat ganda bagi bangsa Indonesia saat ini.    

"Tak hanya bermakna keagamaan, namun juga bermakna kebangsaan yang besar. Tidak hanya meningkatkan pemahaman, namun mengamalkan persatuan bangsa sebagai bagian dari iman," kata Presiden Jokowi dalam sambutan Peringatan Nuzulul Quran 1440 H/ 2019 M Tingkat Nasional di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5) malam.

Peringatan itu mengundang sebanyak 558 orang dari sejumlah kementerian dan lembaga serta siswa sekolah dengan mengangkat tema 'Kebersamaan dalam Keberagaman Perspektif Alquran'.  
 

Baca juga: Pameran Islam di Nusantara Disajikan dalam Iftar Budaya Istiqlal


Menurut Jokowi, peringatan malam turunnya kita suci umat Islam itu diharapkan menjadi inspirasi meneguhkan persatuan bangsa, menahan ego kelompok serta memperkuat semangat kebangsaan.  

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengajak masyarakat yang memperingati Nuzulul Quran untuk menciptakan kebaikan dan membangun tatanan sosial yang rukun, damai, serta mampu meningkatkan kesejahteraan.

"Maka hari ini kita memperingati Nuzulul Quran, kita sedang memperingati kenabian Rasulullah SAW yang berhasil membangun tatanan sosial yang berhasil menyatukan suku bangsa yang berbeda-beda, yang berhasil mengangkat derajat manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman beradab," demikian Presiden. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More