Selasa 21 Mei 2019, 21:40 WIB

Alumni Kelompok Cipayung Hormati Hasil Pemilu

M Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Alumni Kelompok Cipayung Hormati Hasil Pemilu

Ist
Ilustrasi

 

KELOMPOK alumni organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Alumni Kelompok Cipayung membuat pernyataan sikap menyikapi pengumuman hasil Pemilihan Umum, pernyataan sikap dari Kelompok Cipayung ialah akan menghormati hasil rekapitulasi Pemilu.

Kelompok Cipayung sendiri terdiri atas beberapa organisasi di antaranya Korps Alumni HMI (KAHMI), IKA PMII, PA GMNI, PS GMKI, dan Forkoma PMKRI membuat pernyataan sikap menghormati hasil Pemilu 2019.

Dalam pernyataan sikap, Kelompok Cipayung membacakan 7 pertanyaan sikap. Poin demi poin pernyataan sikap tersebut dibacakan oleh Sekjen PA GMNI, Ugik Kurniadi.

Pernyataan sikap yang pertama adalah memberikan kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah menggunakan hak konstitusionalnya dalam Pemilu 2019. Kedua, Kelompok Cipayung mendukung segala penyelesaian sengketa Pemilu yang melalui koridor hukum konstitusional.

Mereka juga menolak segala upaya mendelegitimasi hasil Pemilu. Serta upaya inkonstitusional yang dapat menggangu stabilitas nasional dan memecah belah bangsa.

Kelompok Cipayung juga mendukung aparatur negara baik Polri maupun TNI untuk menjaga ketertiban setelah pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu.

"Mendukung sepenuhnya upaya aparat TNI-Polri untuk mengambil tindakan yang diperlukan seusai hukum yang berlaku," kata Ugik Kurniadi saat membacakan deklarasi di Kantor DPP PA GNMI Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Pernyataan kelima yaitu mengajak masyarakat untuk menghormati hasil Pemilu 2019. Serta tidak terpancing dengan upaya provokasi.

Poin keenam, Kelompok Cipayung mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan kepentingan bangsa untuk maju sebagai pemenang.

Terakhir, Kelompok Cipayung memberikan dukungan kepada seluruh penyelenggara Pemilu di semua tingkatan mulai dari KPPS hingga KPU dan Bawaslu Pusat.

Dukungan tersebut juga termasuk dalam keadaan saat Pemilu berlangsung banyak korban jiwa yang melayang.

"Menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada petugas penyelenggara Pemilu yang telah meninggal dunia dan korban yang menderita sakit demi suksesnya agenda penting membangun demokrasi," ujar Ugik Kurniadi.


Baca juga: Romo Magnis: Tidak Ada Alasan Objektif Ragukan Hasil Pemilu


Hal yang sama juga disampaikan oleh Caleg DPR RI Partai NasDem, Hermawi F Taslim, mengatakan Semua aparatur sudah berjalan. Ini semua merupakan proses yang berjalan sesuai dengan koridor hingga hari ini.

Ia melanjutkan, oleh karena itu apapun hasilnya sebaiknya kembalikan kepada proses terstruktur dan kekurangan pemilu kemarin harus di perbaiki ke depannya.

Kelompok Cipayung sendiri menyatakan sikap terhadap rekapitulasi hasil pemilu sebagai memberikan dukungan kepada penyelenggara pemilu.

Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin tersebut juga menyerukan persatuan seluruh kalangan setelah pesta demokrasi untuk menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar.

"Apa yang telah kita bersama tunjukkan pada dunia bahwa kita bangsa yang besar dengan segala kerumitan dengan cara-cara kita cara-cara yang terhormat dan bermartabat kedepan kita mengatur bisa menyatukan tekad dan potensi," kata Hermawi F Taslim di Kantor DPP PA GNMI Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

"Kami dari Forum Alumni Cipayung yang pernah digembleng di organisasi ekstra kampus termasuk ikut terlibat mendukung proses demokrasi. Sikap politik yang diambil memberikan dukungan kepada penyelenggara pemilu di dalam menegakkan prinsip demokrasi yang berdasar hukum," kata Ketua PA GMNI, Ahmad Basarah, di Kantor DPP PA GNMI Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Dalam pernyataan sikap tersebut dihadiri oleh Ketua Umum dan Sekjen para organisasi alumni yang berada di bawah naungan Forum Alumni Cipayung.

Hadir Koordinator Presidium KAHMI Hamdan Zoelva, Ketua PA GMNI Ahmad Basarah, Ketua Umum PP IKA PMII Ahmad Muqowam, Ketua Umum PS GMKI Febry Calvyn Tetelepta, dan Ketua Umum Forkoma PMKRI Hermawi Taslim. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More