Selasa 21 Mei 2019, 21:00 WIB

Golkar Minta Dukungan Jokowi untuk Kursi Ketua MPR

Rudy Polycarpus | Politik dan Hukum
Golkar Minta Dukungan Jokowi untuk Kursi Ketua MPR

MI/M Taufan SP Bustan
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto

 

KETUA Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membahas kursi Ketua MPR bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Selasa (21/5).

Menurutnya, Jokowi memberi respons positif terkait keinginan Golkar itu. "Presiden positif, Golkar minta dan menyatakan wajar (permintaan itu) sebagai pemenang kedua," ujarnya seusai pertemuan.

Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara oleh Komisi Pemilihan Umum, Golkar menjadi partai dengan perolehan suara tertinggi ketiga, di bawah PDI-P dan Partai Gerindra.

Baca juga: Cak Imin Bergegas Sodorkan Calon Menteri ke Jokowi

Meski sudah mengincar kursi MPR, Airlangga mengatakan belum dapat memastikan siapa sosok yang akan diajukan. "Nanti kami akan konsultasikan dengan partai-partai yang ada. Kami sudah ada beberapa nama, nanti aja ada waktu. Yang penting posisinya dulu," ujar Menteri Perindustrian itu.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, posisi pimpinan DPR ditentukan berdasarkan perolehan suara.

Sementara itu, pimpinan MPR akan ditentukan dengan sistem paket.

Airlangga mengatakan, sebagai partai pemenang pemilu, PDI-P sudah dipastikan akan mendapat kursi ketua DPR.

Airlangga menilai wajar jika posisi ketua MPR diserahkan ke Golkar sebagai pemilik kursi terbanyak kedua setelah PDI-P di koalisi.

Menurut dia, pola seperti ini lazim terjadi. "Pola seperti dulu Pak Agung Laksono Golkar jadi ketua DPR, ketua MPR dari PDI-P, jadi pola semacam itu," jelasnya.

Pada pertemuan itu, Airlangga juga mengucapkan selamat kepada Jokowi sebagai presiden periode 2019-2024. "Saya juga melaporkan bahwa Golkar menjadi pemenang kedua di DPR dengan 85 kursi. Presiden mengucapkan selamat kepada Golkar," tandasnya.

Selain Airlangga, para ketua umun partai koalisi bergiliran bertemu Jokowi.

Megawati mendapat giliran pertama, kemudian Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesodibjo, Ketua Umun Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, dan Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More