Pembalap Pantang Menyerah telah Pergi

Penulis: (AFP/R-3) Pada: Selasa, 21 Mei 2019, 22:20 WIB Olahraga
Pembalap Pantang Menyerah telah Pergi

ANDREJ ISAKOVIC / AFP
Niki Lauda

DUNIA balap mobil Formula Satu (F1) tengah diliputi duka. Pasalnya, salah seorang pembalap legenda F1 Niki Lauda dari Austria berpulang untuk selamanya dalam usia 70 tahun.

Juara dunia F1 tiga kali pada 1975, 1977, dan 1984 tersebut meninggal dunia saat dalam perawatan di University Hospital Zurich, Swiss, pada Senin malam (20/5) waktu setempat.

Kepergian Lauda hanya selang delapan bulan setelah menjalani operasi paru-paru. Keluarga Lauda menyampaikan sebuah pernyataan atas kepulangan Lauda.  

“Prestasi-prestasi uniknya selain sebagai atlet, ia pun dikenal sebagai entrepreneur dan dikenang selamanya. Semangatnya yang tak pernah memudar untuk beraksi, semangat maju dan keberaniannya pun tak pernah hilang,” papar pihak keluarga Lauda.

“Seorang suri teladan dan sosok yang patut menjadi contoh kita semua. Dia adalah seorang ayah dan kakek penyayang dan peduli yang tak diketahui banyak orang dan akan kehilangan dia,” tutur pihak keluarganya.    

Dalam kariernya sebagai pembalap F1, Lauda yang bergabung dengan tim Ferrari telah merebut dua gelar juara dunia F1 pada 1975 dan 1977.

Sementara itu, pembalap asal Wina, Austria, tersebut pernah bergabung dengan McLaren. Dengan tim McLaren, Lauda meraih juara dunia F1 pada 1984.

Akan tetapi, Lauda pernah mengalami kecelakaan fatal pada 1976 yang menggemparkan.

Satu pekan sebelum insiden menggemparkan dunia balap pada Grand Prix Jerman di Nurburgring, pada 1976, Lauda telah memasalahkan kondisi sirkuit yang tak aman dan berisiko. Selain sempitnya rute balapan, pihak penyelenggara tidak menyediakan perlengkapan dan fasilitas pengaman bagi para pembalap. Bahkan saat itu, ia meminta para pembalap lain untuk memboikot GP Jerman.

Namun, akhirnya pada 1 Agustus 1976, Lauda dengan kendaraan Ferrari tetap berlomba di sirkuit yang panjangnya 23 kilometer tersebut. Tabrakan beruntun pun terjadi. Kendaraan yang ditumpangi Lauda dilalap api. Lauda yang terjebak dalam kendaraan mengalami luka bakar serius pada sekujur tubuh hingga kepalanya. Ia juga mengisap gas beracun.

Dengan luka seriusnya, Lauda absen mengikuti dua seri lomba F1. Yang mengejutkan enam pekan setelah kecelakaan fatal, Lauda muncul pada jumpa pers di Monza, Italia.

Saat lomba GP Italia 1976 pascakecelakaan fatal di Nurburgring, Lauda mampu menuntaskan lomba dengan finis keempat. (AFP/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More