Tim Kemenpar Kaji BOP Labuan Bajo

Penulis: (JL/N-1) Pada: Selasa, 21 Mei 2019, 22:00 WIB Nusantara
Tim Kemenpar Kaji BOP Labuan Bajo

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pengunjung menyaksikan sejumlah komodo di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur

KEMENTERIAN Pariwisata mengutus tim pengkajian dan perkembangan terhadap rencana pengembangan Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Labuan Bajo Komodo dan Flores.

Tim ini nantinya menyerap bebagai masukan dan aspirasi dari berbagai pihak dalam rencana pengembangan pariwisata berbasis terencana dan terorientasi pada kelangsung-an hajat hidup orang banyak dalam kemajuan pariwisata Labuan Bajo, Flores, berskala nasional dan dunia.

Proses diawali dengan pengamatan langsung dan studi lapangan oleh tim utus-an Kementerian Pariwisata, dengan melibatkan tim independen dari pimpinan media, terhadap apa yang harus dibangun baik itu jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

“Masih dalam pengkajian penyerapan aspirasi baik data terencana, masukan dari berbagai pihak yang harus diambil di daerah yang bakal dikembangkan pariwisata modern untuk menjamin arus kunjungan wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Karena Labuan Bajo memiliki akses destinasi andalan superprioritas mendunia yang perlu didukung kamajuannya,” terang Direktur Promosi Kementerian Pariwisata ­Vincensius Jemadu di Bandara Komodo, NTT.

Dalam penerimaan informasi dan masukan dari berbagai pihak ini, sebut Vincen, nantinya tim analisis akan memberi masukan ke pemerintah pusat terhadap rencana pengembangan badan otoritas pariwisata(BOP) berbasis data dan terencana sehingga tidak ada lagi polemik.

“Rencananya tiga hari di Labuan Bajo mengadakan pertemuan dengan pemerintah daerah, para pelaku pariwisata, tokoh masyarakat, dan penyedia jasa wisata serta para pemangku kepentingan lainnya. Diharapkan, ada pemahaman yang sama dalam mengegolkan program Presiden Joko Widodo untuk memajukan dunia pariwisata Labuan Bajo, Flores, NTT,” sebut Vincen.

Jika ada yang menolak, kehadiran BOP di daerah ini perlu dipertimbangkan lagi. Pemerintah pusat pada prinsipnya membangun pariwisata untuk kemajuan bersama dan menjawab pengembangan pariwisata global. Sangat di-sayangkan jika ada warga yang menolak BOP, dan yang lebih utama tidak ada kepentingannya dengan swastanisasi di tubuh BOP,” ujarnya. (JL/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More