Selasa 21 Mei 2019, 18:40 WIB

Tips Memenangkan Lapak saat Ramadan

Galih Agus Saputra | Weekend
Tips Memenangkan Lapak saat Ramadan

Unplash/Brooke Lark
Jadi pedagang ritel di dunia maya pun mesti pintar berstrategi.

Ramadan merupakan salah satu momentum terbesar yang dirayakan oleh jutaan umat Muslim di Indonesia. Seiring dengan semangat menyucikan diri, momentum tersebut tak jarang dimanfaatkan untuk berbagi kegembiraan dengan orang-orang terdekat maupun handai taulan di kampung halaman. Tidak mengherankan bahwa tren penelusuran pengguna internet di bulan Ramadan 2019 yang dirilis Google Indonesia pada Rabu (15/5) lalu menunjukkan pencarian 'pakaian' dan 'perjalanan' naik sebanyak 40%.

Fenomena itu tentu saja menjadi momentum bagi para pedagang ritel online. Nah, ternyata, dari buklet Winning Ramadan with Digital (baca: Memenangkan Ramadan Secara Digital) yang dibuat Google Indonesia, memanfaatkan momen Ramadan dan Lebaran saja nyatanya tidak cukup. Pedagang ritel online harus memutar otak, dan menemukan strategi jitu agar barang dagangannya tak hanya menjadi jamur di lemari persediaan.

Lebih lanjut, simak beberapa penjelasan ini.

1. Kenali audiens

Sebelum menemukan atau memetakan audiens, pedagang online harus mengetahui siapa saja yang menjadi segmen inti saat Ramadan dan lebaran. Mereka harus menjadi target pemasaran barang atau merek yang dimiliki pedagang. Lebih lanjut, para pedagang pun mesti paham motivasi audiens selama bulan suci ini.

Dalam buklet Google, disebutkan sejumlah audien yang dapat dikenali sekaligus dijangkau oleh pedagang selama Ramadan hingga Lebaran, yaitu: Orang Beriman (The Devoted Faster), Ibu Rumah Tangga (The Home Maker), Peminat Produk Perawatan (The Ramadan Groomer), Peminat Gawai dan Komputer (The Tech Follower), dan Pemudik (The Homecomer).

2. Tarik perhatian audiens

Bagaimana cara menarik perhatian mereka di tengah banjir informasi secara digital? Jadilah kreatif! Produk atau merek yang dikenalkan melalui narasi kreatif sangat menentukan daya jual. Kekuatan pesan yang memuat cerita produk pedagang sangat menentukan daya jual. Jangan lupa perhatikan pula durasi cerita agar dapat menggoda sekaligus tertanam di ingatan audiens. Selanjutnya, 'buatlah pesan Anda didengar dan dirasakan'. Beri tahulah audiens tentang apa yang perlu mereka dengar dan apa yang perlu mereka lakukan.

3. Mengonversi Audien Menjadi Pelanggan

Apa yang kemudian harus dilakukan pedagang setelah memiliki atensi audiens? Mengubah 'perhatian' menjadi sebuah 'penjualan' secara aktual pada dasarnya juga bukan perkara yang mudah. Sekali lagi, saran Google, optimalkan tindakan mereka. Gunakan format yang tepat untuk mendorong konversi. Jangan lupa, ketuk perilaku pelanggan Anda menggunakan berbagai macam elemen Ramadan dan Lebaran yang menarik perhatian mereka.

Perlu diketahui pula bahwa perilaku pelanggan selalu berubah selama sebulan. Barang kali, pada awal bulan puasa mereka akan mencari informasi harga menu buka puasa, selanjutnya pada pertengahan mereka lalu mencari informasi tren baju Lebaran, dan sebagainya. Strategi yang benar-benar efektif perlu dipikirkan. Cocokkan iklan Anda, selaraskan dengan pola perilaku para pelanggan karena timing adalah segalanya. (M-2)

Baca Juga

A Jamieson

Ada Penampakan Spesies Gurita Langka di Palung Sunda

👤Bagus Pradana 🕔Jumat 29 Mei 2020, 13:10 WIB
Mereka menjuluki spesies gurita laut dalam yang mereka temui ini dengan sebutan...
Unsplash.com/CDC

Bakteri Baik di Hidung Bantu Cegah Sinus

👤Abdillah Marzuqi 🕔Jumat 29 Mei 2020, 10:00 WIB
Temuan itu mengejutkan para peneliti. Lactobacillus biasanya tumbuh subur di daerah miskin oksigen, sedangkan hidung adalah lalu lintas...
Unsplash.com/Johnny McClung

Pentingnya Merawat Minat Baca pada Anak

👤Galih Agus Saputra 🕔Jumat 29 Mei 2020, 09:05 WIB
Mencintai kegiatan membaca, terutama sejak dini, akan berpengaruh pada tumbuh kembang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya