Rayakan Ultah Ke-58, Bank BJB Luncurkan Berbagai Promo

Penulis: Bayu Anggoro Pada: Selasa, 21 Mei 2019, 16:39 WIB Ekonomi
Rayakan Ultah Ke-58, Bank BJB Luncurkan Berbagai Promo

MI/Bayu Anggoro
Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul (jaket hitam) menghadiri peringatan hari jadi ke-58 Bank BJB di Bandung, Senin (20/5)

BANK BJB memasuki usia 58 tahun pada Senin (20/5) kemarin. Berbagai program promo pun diluncurkan sebagai bagian dari perayaan hari jadi tersebut.
 
Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB M As'adi Budiman mengatakan pihaknya menghadirkan berbagai macam promo dalam rangka peringatan hari jadi ke-58. Adapun program-program tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat seperti dalam bidang otomotif, makanan dan minuman, belanja online, telekomunikasi, kesehatan, peralatan rumah tangga dan busana.
 
Melalui promo ini, kata dia, nasabah akan mendapatkan diskon sampai dengan 58%. Selain itu, terdapat juga program BJB KPR berupa diskon 58% provisi dan biaya administrasi.
 
"Serta promo kredit UMKM berupa diskon provisi sebesar 58% untuk debitur baru/take over produk Kredit Mikro Utama dan Usaha Kecil Menengah. Kami juga menyiapkan merchandise untuk 58 debitur pertama (debitur baru), free voucher (150–500 ribu) belanja untuk agen/calon agen BJB BiSA," kata As'adi saat ditemui usai perayaan hari jadi ke-58 Bank BJB di Bandung, Senin (20/5).
 
Selain itu, pihaknya pun menyiapkan program bayar pajak kendaraan melalui e-samsat dan T-samsat yang akan memberikan cashback sebesar Rp58-250 ribu.

"Kami pun menyiapkan program Rp58 untuk membeli dua liter bensin (pertalite dan pertamax) bagi pemegang kartu debit Bank BJB," imbuhnya.
 
Sementara itu, perayaan hari jadi ke-58 dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan berbagi dengan sesama pada bulan suci Ramadan 2019 ini. Acara bertajuk Ramadan Memberi menyuguhkan buka bersama dan santunan yatim piatu dan kaum dhuafa sebanyak 28 ribu paket yang tersebar di Jawa Barat dan Banten.

Baca juga: Bank BJB Raih Indonesia Human Capital Award 2019
 
Selain itu, terdapat juga doorprize serta pembagian 1.000 takjil yang tersebar di berbagai titik di Kota Bandung. Selanjutnya digelar juga Kampung Ramadan Bank BJB dengan kegiatan lomba memasak di beberapa lokasi Kota Bandung, serta pelaksanaan pesantren kilat bagi murid SD-SMP.

Sebagai puncak acara, Bank BJB menyelenggarakan silaturahmi dan buka puasa bersama keluarga besar Bank BJB sekaligus memberi santunan kepada 1.580 anak yatim.
 
"Juga ada pemberian Bantuan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dengan kategori penerima adalah keluarga prasejahtera," tuturnya.

Bantuan beasiswa pun diberikan kepada para siswa kategori tidak mampu yang berstatus anak dari aparatur sipil negara (ASN) golongan I pada jenjang pendidikan SD, SMP, SMA berupa biaya pendidikan sebesar Rp5,8 juta untuk 58 anak.

Dukung Program Pemerintah
 
Lebih lanjut, pihaknya berkomitmen untuk menjadi bank pembangunan daerah yangmampu mendorong program-program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai inovasi layanan jasa perbankan terus diciptakan agar turut berkontribusi untuk kemajuan khususnya di Jawa Barat dan Banten.
 
Sebagai agen pembangunan, BJB berkomitmen terus mendukung program-program pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat selaku pemegang saham pengendali. Pemprov Jabar mewanti-wanti agar bank tetap mengutamakan tiga prinsip utama yakni profitability, pro-development, dan pro-poor.
 
"Bank BJB bertekad untuk lebih meningkatkan ketiga prinsip tersebut," ungkapnya.

Dalam mengedepankan asas profitability, pihaknya berhasil mencatatkan kinerja positif pada 2018 kemarin dengan raihan laba bersih sebesar Rp1,55 triliun atau tumbuh 28,1% year on year (y-o-y).
 
Angka ini berada di atas pertumbuhan laba bersih industri perbankan per Desember 2018 sebesar 10,36% y-o-y. Sedangkan dalam memenuhi asas pro-development tergambar dari dukungan Bank BJB terhadap pembangunan ekonomi di daerah maupun nasional melalui pembiayaan kepada sektor infrastruktur.
 
"Ini sejalan dengan target pemerintah memprioritaskan dua sektor tersebut. Bank BJB juga memprioritaskan proyek-proyek berskala nasional seperti pembangunan jalan tol, proyek pembangunan pelabuhan baru, proyek penyediaan air minum, dan proyek pembangunan bendungan serta jaringan irigasi yang berada di wilayah Jawa Barat dan Banten," papar As'adi seraya menambahkan pihaknya berkolaborasi dengan BUMD-BUMD lain di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Inovasi untuk Optimalisasi Penerimaan Pajak
 
Sesuai dengan salah satu misi Bank BJB selaku sumber pendapatan asli daerah (PAD), pihaknya melakukan inovasi dalam hal optimalisasi penerimaan pajak. Ini sangat penting agar memudahkan masyarakat dalam membayar pajak.
 
"Kami ada layanan Pembayaran PBB-P2, E-Channel Samsat (E-Samsat), Tabungan Samsat (T-Samsat) dengan tagline Melawan Lupa Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang bisa dilakukan melalui sistem cicil atau angsur. Program terbaru adalah Samsat J'Bret (Jawa Barat Bergerak Cepat) dan Samsat Banten Hebat (Sambat)," terang As'adi.
 
Dengan layanan itu, wajib pajak (WP) dapat membayar PKB tahunan melalui jaringan kantor dan jaringan elektronik (ATM, SMS, dan bjb Digi) Bank BJB. WP juga bisa memanfaatkan channel layanan yang telah bekerja sama dengan bank gerai lain di seluruh Indonesia seperti Indomaret dan Alfamart, e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak, serta channel payment point online bank (PPOB).
 
Sedangkan untuk mendukung asas pro-poor diwujudkan dengan mendorong pembiayaan UMKM. Pada Triwulan I 2019, Bank BJB berhasil menyalurkan kredit mikro sebesar Rp5,5 triliun atau tumbuh 11,1%.
 
Seperti diketahui, lanjut As'adi, perekonomian di Jawa Barat salah satunya ditopang oleh sektor UMKM. Peningkatan pertumbuhan kredit di sektor UMKM berhasil dilakukan melalui beberapa strategi seperti program One Village One Company (OVOC) dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
 
Selain itu, pihaknya juga meningkatkan akses perbankan di masyarakat pedesaan melalui layanan Laku Pandai, program kemitraan dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat, memperkuat sinergi melalui kerjasama dengan BPR dan Lembaga Keuangan Mikro.

"Serta program-program lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan sektor UMKM," imbuhnya seraya menyebut inovasi ini muncul pascadilakukannya Initial Public Offering (IPO) pada 2010.
 
Dengan kode emiten BJBR, saat ini menjadi salah satu emiten yang termasuk dalam indeks LQ45 atau saham yang liquid. Tak hanya itu, bank pelat merah ini pun melakukan spin off atau pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Bank BJB Syariah yang kini berhasil menjadi perusahaan mandiri.
 
"Semua pencapaian itu tak terlepas dari hasil sinergi, kolaborasi, dan inovasi Bank BJB dengan stakeholder dan akan terus ditingkatkan di masa yang akan datang," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More