Selasa 21 Mei 2019, 11:18 WIB

Pascapengumuman KPU, Polisi Berlakukan Siaga I

Pascapengumuman KPU, Polisi Berlakukan Siaga I

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo

 

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Polri memberlakukan siaga satu usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan hasil final rekapitulasi nasional Pemilu 2019.    

"Benar, informasi dari Asops Kapolri Irjen Pol Martuani Sormin Siaga I hari ini," tutur Dedi melalui pesan singkat, Selasa (21/5).    

Diketahui beredar surat telegram nomor STR/281/N/OPS.1.1.1/2019 tertanggal 20 Mei 2019 berisi keputusan rapat koordinasi Polri soal pengamanan tahap rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum pada 22 Mei 2019.    

Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa untuk menjamin keamanan menjelang diumumkannya hasil perhitungan suara Pemilu oleh KPU, maka diperintahkan bahwa terhitung Selasa (21/5) hingga 25 Mei 2019, seluruh jajaran Polri termasuk Mabes Polri berstatus siaga satu.    

Baca juga: Ini Rekayasa Lalu Lintas Menuju Kantor KPU Pusat

Surat tersebut juga meminta agar para Kasatwil maupun kepala satuan kerja untuk memantau perkembangan situasi keamanan di wilayah masing-masing dan melakukan langkah antisipasi bila diperlukan.    

Surat ini ditandatangani Asops Kapolri Irjen Pol Martuani Sormin mewakili Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.    

Ada pun KPU RI menetapkan perolehan suara Pilpres 2019 dari 34 provinsi dan 130 PPLN, yakni pasangan 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin memeroleh 85.607.362 suara atau 55,50%, sementara pasangan 02 Prabowo-Sandiaga memeroleh 68.650.239 suara atau 44,50%.    

Hasil rekapitulasi tingkat nasional secara keseluruhan diumumkan KPU di Gedung KPU RI, Selasa (21/5) dini hari. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More