Selasa 21 Mei 2019, 09:56 WIB

Warga Pulau Seliu Bisa Nikmati Kompor Listrik

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Warga Pulau Seliu Bisa Nikmati Kompor Listrik

MI/Rendy Ferdiansyah
Petugas PLN sedang menyosialisasikan bagaimana menggunakan kompor listrik di depan warga Pulau Seliu, Belitung, Selasa (21/5).

 

WARGA Desa Pulau Seliu, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung kini bisa menikmati fasilitas kompor listrik.

"Cara menggunakan kompor listrik ini cukup mudah. Yang penting ibu-ibu mengerti awalnya. Ibu harus menekan tombol on off agar kompor hidup," kata Fenty Kurniati, salah satu dari beberapa karyawan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Belitung, yang sedang melakukan sosialisasi penggunaan kompor listrik di Desa Pulau Seliu, Selasa (21/5).

Dari 8 RT yang ada di Pulau Seliu, Fenty mendapatkan tugas sosialisasi di RT 5 RW 2.

"Ibu-ibu nanti kalau kompor sudah dinyalakan. Jangan lupa pilih tombol digital pengaturan daya yang diinginkan. Upayakan untuk memasak cukup 600 watt. Kalau untuk memanaskan cukup 100 atau 200 watt," lanjut Fenti.

Warga antusias mendengarkan arahan Fenty saat sosialisasi. Setiap warga penerima kompor dipersilakan untuk mencoba menggunakan kompor secara langsung, sebelum digunakan di rumah masing-masing. Sosialisasi penggunaan kompor listrik di pulau yang hanya memiliki satu SD dan SMP itu butuh penantian cukup panjang. Setelah jaringan listrik masuk ke wilayah itu dan bisa dinikmati selama 24 jam.

Atas rasa syukur dengan listrik menyala 24 jam, sebanyak 367 kepala keluarga  atau 1.136 jiwa di pulau itu pun sepakat menggunakan kompor listrik. Selama ini mereka menggunakan minyak tanah dan gas elpiji. Namun dua bahan bakar yang tidak ramah lingkungan itu sulit didapat. Jika ada pun harus dibeli dengan harga cukup mahal.

"Biasanya untuk masak sehari-hari saya gunakan gas. Harga gas melon 3 kg Rp35 ribu per tabung. Sedangkan gas 12 kg Rp200 ribu. Untuk minyak tanah subsidi sulit didapat," kata Marmah, salah satu warga pulau Seliu usai mendapatkan sosialisasi kompor listrik.

Dengan adanya kompor listrik ini, menurutnya mau tidak mau ia bersama warga lainya harus melek dengan teknologi.

"Kami harus melek dengan teknologi, makanya tadi kita ikut sosialisasi ternyata tidak sulit. Malah lebih mudah menggunakannya apalagi kompor itu menggunakan sistem digital, tidak seperti kompor yang menggunakan gas dan minyak tanah," ucapnya.

Ketua RT 5 RW 2 Pulau Seliu, Baharudin mengutarakan Pulau Seliu memiliki luas 1.645 hektar. Berjarak 75 km dari pusat kota Tanjung Pandan. Dan baru kali ini warga di pulau tersebut menikmati listrik selama 24 jam.

"Selama ini masyarakat hanya bisa menikmati listrik selama 13 jam. Maysarakat hanya bisa menikmati listrik pada malam hari sampai subuh. Mulai pukul 17.00 sampai pukul 06.00," kata Baharudin.

Pada kesempatan sama Ricky Saputra, Manager Pemasaran Pelayanan Pelanggan PLN Belitung menjelaskan warga mendapatkan kompor listrik gratis. Namun bagi keluarga yang tidak memiliki daya listrik hanya 450 watt, PLN akan memberikan diskon 75% untuk menambah daya.

baca juga: Pos Pengamanan Lebaran Disiagakan

"Warga hanya membayar Rp90 ribu agar bisa menggunakan kompor listrik. Dan bagi warga yang listriknya berdaya 900 watt silahkan tambah daya," saran Ricky.

PLN menyediakan pembangkit dengan daya 415 KW untuk 362 pelanggan. Listrik 24 jam ini akan diresmikan langsung oleh Bupati Belitung, Sahani Saleh bersama GM PLN Unir Induk Wilayah Babel, Abdul Muklis.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More