Selasa 21 Mei 2019, 10:10 WIB

Harkitnas Momentum Rekatkan Persatuan

LD/JS/RF/AU/AT/N-1 | Nusantara
Harkitnas Momentum Rekatkan Persatuan

ANTARA/NOVRIAN ARBI
Masyarakat dari Komunitas Indonesia Maju menjahit kain berwarna merah dan putih pada acara Refl eksi 111 Tahun Kebangkitan Nasional di Gedun

 

PERINGATAN Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 pada 2019 ini dapat dijadikan momentum untuk membangkitkan semangat gotong royong, yakni semangat saling menolong, kebersamaan, dan menjaga persatuan bangsa. Di berbagai daerah, Harkitnas juga dijadikan momentum untuk mengenang dan merawat pejuang bangsa.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi M Dianto terkait dengan peringatan Harkitnas kemarin juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan pascapemilu, kembali merekatkan kesatuan sosial.

Saat membacakan sambutan tertulis, bertema Bangkit untuk bersatu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menekankan pentingnya kesadaran persatuan dan kesatuan Nusantara. Diharapkan dengan semangat gotong royong, kebersamaan, Indonesia saat ini dan ke depan bisa bangkit dan masuk jajaran negara maju.

Pemkab Purbalingga, Jawa Tengah, kemarin juga memberikan bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH).

Selain itu, Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Pelindungan Anak (Dinsosdalduk KBP3A) memberikan bantuan sembako dan sarana ibadah. Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menyerahkan bantuan tersebut seusai upacara memperingati Harkitnas di Halaman Pendopo Dipokusumo.

Bupati berharap, bantuan tersebut bermanfaat bagi anggota legiun veteran. "Kami juga berharap, apa yang telah diperjuangkan para anggota LVRI diteruskan generasi penerus bangsa. Salah satunya ialah tetap mempertahankan tegaknya NKRI," tegasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, yang mengajak seluruh masyarakat pascapemilu untuk kembali merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kita berada dalam situasi pascapesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat. Kita mengaspirasi pilihan yang berbeda tetapi semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa," kata Abdul Fatah.

Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menilai perbedaan dalam demokrasi khususnya dalam Pemilu 2019 merupakan hal yang biasa. "Hanya saja perlu dipahami bagaimana batas-batasnya. Harus dipahami oleh semua pejabat maupun politisi," kata Sri Sultan seusai memimpin apel Harkitnas.

Karena itu, dengan memaknai peringatan Harkitnas, masyarakat diharap tetap tenang menunggu hasil pemilu yang akan diumumkan KPU dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan ketika menerima pengumuman tersebut. (LD/JS/RF/AU/AT/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More